Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

Kompas.com - 21/06/2026, 12:47 WIB
Agung Dwi E,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik Republik Indonesia ( BPS RI) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Nusa Tenggara Barat ( NTB). Pendataan yang berlangsung dari Senin (15/6/2026) hingga Senin (31/8/2026) itu akan mencakup sekitar 658.000 unit usaha di provinsi tersebut.

Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memotret perkembangan aktivitas usaha secara menyeluruh. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Kami tidak hanya mencatat lapangan usaha, tetapi juga melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Jadi, mohon dukungan pelaku usaha dan keluarga untuk membuka pintu bagi petugas kami di lapangan," kata Sonny saat pencanangan SE2026 di Gedung Gelanggan Pemuda Youth Centre, Mataram, NTB Jumat (19/6/2026), seperti dikutip dari siaran pers BPS.

Baca juga: Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

Sonny menambahkan, jumlah unit usaha di NTB meningkat hampir 60.000 unit dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari perkembangan sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, akomodasi, hingga ekonomi kreatif.

NTB dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup dinamis di kawasan Indonesia tengah dan timur. Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai tuan rumah gelaran MotoGP serta peningkatan aktivitas pariwisata di sekitar Gunung Rinjani ikut mendorong pertumbuhan berbagai kegiatan usaha.

Selain sektor jasa dan perdagangan, sensus juga akan menjangkau sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Pada 2025, produksi padi NTB tercatat sebagai yang tertinggi kedua di kawasan Indonesia tengah dan timur dengan pertumbuhan mencapai 14,51 persen.

Sonny menegaskan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, BPS mengajak masyarakat menerima kedatangan petugas dan memberikan data yang benar.

"Pastikan jangan ada yang terlewat, semua harus dicacah. Pastikan semua data akurat," ujarnya kepada petugas sensus di acara tersebut.

Baca juga: 36.000 Petugas Sensus Ekonomi Diterjunkan di Jateng, Masyarakat Diimbau Kooperatif: Privasi Terjamin

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Lalu Hadrian Irfani mengapresiasi semangat jajaran BPS dalam menyelenggarakan SE2026.

“Kami di Komisi X salut dan bangga kepada BPS, khususnya BPS Provinsi NTB, dalam menjalankan amanah undang-undang di tengah efisiensi, penajaman, dan pengurangan anggaran. Sebagai mitra BPS di Komisi X, kami mendukung BPS dalam menjalankan amanah undang-undang,” ucapnya.

Menurutnya, potret ekonomi Indonesia hari ini dan masa-masa yang akan datang sangat ditentukan oleh pelaksanaan SE2026.

Pemprov dukung penuh

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendukung penuh pelaksanaan SE2026. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, data ekonomi yang berkualitas diperlukan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

"Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama," kata Iqbal.

Semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan SE2026 ditunjukkan melalui penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur NTB, para bupati dan wali kota, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB.

Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan SE2026 juga ditunjukkan melalui penandatanganan deklarasi oleh para bupati dan wali kota sebagai bentuk kesiapan menyukseskan pendataan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

Dalam pencanangan tersebut, BPS dan Pemprov NTB juga melibatkan unsur budaya lokal melalui pertunjukan peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak. Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan sensus ekonomi.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan akan pentingnya sensus ekonomi diharapkan semakin dekat dan mudah diterima oleh masyarakat.

Kegiatan itu juga diramaikan pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah.

Sebagai informasi, acara pencanganan turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Pulau Lombok, unsur Forkopimda Provinsi NTB, Kepala BPS Provinsi NTB dan seluruh kepala BPS kabupaten/kota se-NTB, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, serta tokoh dan kelompok masyarakat.

Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan sebagai wujud dukungan bersama dan kolaborasi terhadap pelaksanaan SE2026 di Bumi Gora.

Terkini Lainnya
Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

BPS
BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS
BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS
Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

BPS
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

BPS
Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

BPS
Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

BPS
Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

BPS
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

BPS
SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

BPS
SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

BPS
Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

BPS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com