Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

Kompas.com - 19/06/2026, 15:38 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026) di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, komitmen pemerintah daerah (pemda) menjadi modal penting agar sensus dapat menghasilkan data berkualitas untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Ia pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang mendukung penuh pelaksanaan SE2026 dan menerjunkan 36.891 petugas untuk mendata di lapangan.

“Apresiasi kepada Jateng, khususnya Bapak Gubernur (Ahmad Luthfi) atas dukungan yang luar biasa untuk SE2026. Dukungan ini turut menjelaskan bahwa pembangunan yang tepat sasaran membutuhkan data berkualitas,” ujar Sonny dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: 36.000 Petugas Sensus Ekonomi Diterjunkan di Jateng, Masyarakat Diimbau Kooperatif: Privasi Terjamin

Menurutnya, Jateng merupakan salah satu kekuatan ekonomi nasional yang memiliki fondasi usaha kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonominya yang konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan I-2025 hingga triwulan I-2026.

Selain itu, Jateng menjadi salah satu primadona investasi dari luar negeri. Sonny mengungkapkan, jumlah usaha di Jateng pada 2026 hampir mencapai 5 juta unit usaha atau setara 25,76 persen dari seluruh usaha di Pulau Jawa dan 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.

Dalam dua dekade terakhir, jumlah usaha di Jateng meningkat signifikan dari 3,69 juta unit usaha pada 2006 menjadi 4,93 juta unit usaha pada 2026. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 4,8 juta di antaranya merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca juga: Rupiah Melemah, Berikut Upaya Gubernur Luthfi untuk Tekan Beban UMKM

Besarnya skala dan dinamika perekonomian tersebut menjadikan pencanangan SE2026 di Jateng memiliki makna strategis.

Hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai struktur dan karakteristik usaha di salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional tersebut.

Terlebih, untuk pertama kalinya, SE2026 akan mendata sektor pertanian, sehingga dinilai mampu menyajikan potret aktivitas ekonomi yang lebih utuh. 

Pada kesempatan tersebut, Sonny turut mengajak seluruh masyarakat menyukseskan SE2026 melalui pesan TIR, yaitu terima petugas SE2026, isi data dengan benar, dan rahasia data pasti terjaga.

Baca juga: SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

Ia menegaskan bahwa partisipasi dan penerimaan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan SE2026. Tanpa dukungan masyarakat, data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh secara optimal.

“Tidak henti-hentinya saya mengajak untuk menjadikan SE2026 sebagai gerakan bersama. Data statistik bukan sekadar angka. Di balik statistik, ada jutaan manusia dan pelaku usaha yang berharap, sehingga data statistik dimaknai sebagai kemanusiaan,” kata Sonny.

Pada kesempatan tersebut, Sonny bersama Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau langsung pelaksanaan pendataan lapangan terhadap usaha besar di MG Setos Hotel Semarang.

Director of Sales Marketing MG Setos Hotel Semarang Anto, yang mewakili perusahaan, menjawab pertanyaan dari petugas SE2026. Pendataan dilakukan melalui wawancara langsung untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai karakteristik usaha, aktivitas ekonomi, serta tantangan yang dihadapi responden.

Baca juga: Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

Pemprov Jateng dukung penuh SE2026 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menekankan bahwa data sensus akan menjadi landasan penting bagi pemda dalam merumuskan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi ke depan. Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendukung penuh pelaksanaan SE2026.

“Saya mengucapkan terima kasih dan mendukung BPS yang sudah melaksanakan SE2026. Sensus ekonomi ini harus berhasil karena data yang dihasilkan akan menjadi roadmap seluruh pejabat kabupaten/kota,” tutur Luthfi.

Ia juga mengajak seluruh bupati, wali kota, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan SE2026 dengan memberikan informasi yang akurat kepada petugas BPS.

Menurut Luthfi, partisipasi seluruh pihak akan membantu menghasilkan peta perekonomian Jateng yang lebih faktual dan komprehensif.

Baca juga: BPS: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen, Ahmad Luthfi Paparkan Faktor Pengungkitnya

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus, Luthfi mengalungkan tanda pengenal kepada petugas SE2026.

Para petugas dibekali atribut resmi berupa tanda pengenal dengan QR code, rompi SE2026, dan surat tugas untuk memastikan keamanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat selama proses pendataan.

Sebagai informasi, pencanangan SE2026 di Jateng dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, bupati dan wali kota se-Jateng, Kepala BPS Provinsi Jateng, Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Jateng, serta 1.000 petugas SE2026 yang akan menjadi garda terdepan pendataan lapangan. 

Terkini Lainnya
Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

BPS
BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS
BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS
Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

BPS
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

BPS
Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

BPS
Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

BPS
Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

BPS
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

BPS
SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

BPS
SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

BPS
Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

BPS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com