KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia.
Dimulainya pendataan tersebut ditandai dengan pencanangan SE2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sumatera Utara (Sumut).
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mencanangkan pelaksanaan SE2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kendari, Senin (15/6/2026).
Dalam sambutannya, Sonny menyampaikan bahwa SE2026 merupakan kegiatan strategis yang hasilnya akan menjadi landasan penting dalam perencanaan, pengambilan kebijakan, dan evaluasi pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Baca juga: Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional
“Setiap usaha yang didata akan menjadi bagian dari fondasi penyusunan kebijakan pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan SE2026,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (17/6/2026).
Sonny menjelaskan bahwa periode pendataan lapangan SE2026 berlangsung lebih panjang dibandingkan sensus sebelumnya, yakni dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Hal itu dilakukan agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara optimal dan tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan.
Sonny juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam menyukseskan SE2026.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat menyambut jajaran BPS sehari sebelum pencanangan.
Sebagai informasi, pencanangan SE2026 di Sultra dirangkaikan dengan apel gabungan pegawai Pemprov Sultra yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Hugua, Inspektur Utama BPS Dadang Hardiwan, serta Penanggung Jawab (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Fadlansyah.
Hadir pula Wakil Wali Kota (Walkot) Kendari Sudirman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, pejabat pimpinan tinggi Pemprov Sultra, kepala instansi vertikal, pimpinan badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah (BUMN/BUMD), asosiasi dan pelaku usaha, media massa, serta jajaran BPS di Sultra.
Baca juga: Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah
Pada apel tersebut, Sonny memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan dari 2.600 petugas yang akan melaksanakan pendataan SE2026 di Provinsi Sultra
Ia turut mengajak masyarakat mendukung SE2026 melalui konsep TIR, yakni terima petugas SE2026, isi data dengan benar, dan rahasia data terjaga keamanannya.
Sebelumnya, Sonny juga telah mencanangkan pelaksanaan SE2026 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (11/6/2026).
Agenda tersebut diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Pekan Inovasi dan Investasi Sumut sebagai wujud kolaborasi untuk memperkuat basis data ekonomi daerah.
Pencanangan itu dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Anggota DPRD Provinsi Sumut Wagirin Arman, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini, bupati dan walkot, wakil bupati dan walkot di Sumut, serta unsur forkopimda Sumut.
Baca juga: Bobby Nasution Janjikan Insentif Kepala Desa Lulus Pelatihan Kebencanaan
Dalam sambutannya, Gubernur Bobby mengapresiasi pelaksanaan pencanangan SE2026 di Sumut.
“Sensus ekonomi menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperoleh data yang lebih mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan,” ucapnya.
Bobby pun mengajak seluruh bupati, wali kota, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan di Sumut untuk mendukung serta menyosialisasikan SE2026 kepada masyarakat melalui berbagai forum dan kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Sonny menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan jajaran Pemprov Sumut terhadap pelaksanaan SE2026.
Baca juga: SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan kelancaran SE2026 yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“SE2026 adalah sensus ekonomi yang paling lengkap. Selain mendatangi pelaku usaha, sensus ekonomi kali ini akan door-to-door ke rumah-rumah, 4,8 juta keluarga di Sumut akan didatangi. Selain itu, untuk sensus ekonomi kali ini, kami (juga) akan mencacah pelaku usaha pertanian yang tidak tercakup pada sensus ekonomi sebelumnya,” ungkap Sonny.
Hasil SE2026 diharapkan dapat memberikan gambaran struktur ekonomi yang lebih komprehensif untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah, termasuk membangun Sumut yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
“Dengan SE2026, kita bisa memahami struktur ekonomi dengan baik, melakukan pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), melihat sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, serta peluang investasi di Sumut dengan lebih lengkap,” jelas Sonny.
Baca juga: SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha