BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

Kompas.com - 18/06/2026, 13:03 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) memperluas pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026) di berbagai daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan.

Setelah menggelar pencanangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sumatera Utara (Sumut), BPS kembali melaksanakan kegiatan serupa di Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (17/6/2026).

Pencanangan yang berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjung Pinang, Kepri, itu dihadiri langsung oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Misni.

Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, pimpinan instansi vertikal, Kepala BPS Provinsi Kepri Toto Haryanto Silitonga, serta para petugas SE2026.

Baca juga: Ekonomi Tumbuh di Atas 7 Persen, Kepri Jadi Permata Biru Sensus Ekonomi 2026

Kegiatan pencanangan BPS menandai dimulainya pendataan lapangan SE2026 yang dilakukan secara door-to-door selama dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Amalia mengapresiasi komitmen gubernur, bupati, dan wali kota di Kepri dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Dukungan itu salah satunya diwujudkan melalui penerbitan surat edaran (SE).

Sensus ekonomi hadir untuk mengasah permata biru (Kepri) di gerbang utara Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Amalia menyampaikan, Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 7 persen pada triwulan I-2026. Capaian itu menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kelima secara nasional.

Baca juga: Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas 7 Persen, BPS Pilih Jadi Lokasi Pencanangan Sensus 2026

Oleh karena itu, Amalia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam SE2026 melalui pesan TIR, yakni terima petugas SE2026, isi data dengan benar, dan memastikan rahasia data responden tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar bekerja secara profesional, memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan, dan menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

“Syarat sensus ekonomi dikatakan sukses ada dua, yaitu cakupan dan kualitas data,” kata Amalia.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan pentingnya SE2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan strategis di Provinsi Kepri.

Baca juga: SE2026 dan DTSEN Jadi Fondasi Peta Ekonomi-Sosial Baru

“Bagi kami di Provinsi Kepri, yang wilayah lautnya 98 persen dan 2 persen wilayah darat, sensus ekonomi ini juga hasilnya sangat penting bagi kami untuk menentukan kebijakan ke depan terkait pengembangan ekonomi maritim di Provinsi Kepri,” ujarnya.

Ansar juga menginstruksikan seluruh bupati, wali kota, camat, lurah, kepala desa, dan elemen pemerintahan untuk mendukung pelaksanaan SE2026. 

Ia turut mengajak tokoh masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam sensus tersebut.

SE2026 merupakan program strategis untuk merekam kondisi terkini perekonomian Indonesia yang mengalami berbagai perubahan dalam 10 tahun terakhir, mulai dari transformasi digital, dampak pandemi, hingga perubahan struktur ekonomi.

Baca juga: SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

Melalui SE2026, potensi dan dinamika ekonomi di berbagai daerah akan terukur secara lebih komprehensif. 

Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota, dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sesuai karakteristik wilayah masing-masing. 

Pencanangan SE2026 di Sulsel

Pencanangan SE2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).Dok. BPS Pencanangan SE2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).

Sebelumnya, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti juga menghadiri pencanangan SE2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi A DPRD Sulsel Kamaruddin, serta Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini.

Hadir pula jajaran Forkopimda, para bupati, wali kota, wakil bupati, dan wakil wali kota se-Provinsi Sulsel, serta Kepala BPS Provinsi Sulsel dan jajaran Kepala BPS kabupaten/kota se-Sulsel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur serta seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel atas dukungan yang telah diberikan kepada BPS dalam pelaksanaan SE2026. Tahun ini menjadi momentum penting bagi kita untuk mendata secara lengkap seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk yang ada di wilayah bapak dan ibu,” kata Amalia.

Baca juga: Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar

Ia menjelaskan bahwa Sulsel memiliki kontribusi terbesar terhadap perekonomian Pulau Sulawesi, yaitu mencapai 43,54 persen.

Pada triwulan I 2026, Sulsel juga mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi keenam secara nasional, dengan mayoritas kabupaten/kota tumbuh di atas 6 persen.

“Potensi tersebut perlu terus didorong dan dikembangkan. Dalam hal ini, SE2026 berperan penting untuk mengidentifikasi berbagai aktivitas ekonomi di daerah sehingga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujar Amalia.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya partisipasi seluruh pelaku usaha dan masyarakat dalam menyukseskan SE2026. Menurut Amalia, kelengkapan data merupakan syarat utama untuk menghasilkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi pembangunan.

Baca juga: Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut menyampaikan apresiasi kepada BPS. Ia juga mengarahkan jajaran kepala daerah untuk memanfaatkan data BPS sebagai kompas pembangunan.

“Kami kalau bisa menitipkan juga beberapa poin dalam Sensus Ekonomi saat ini, terutama yang kami butuhkan adalah pemetaan perekonomian masyarakat, jenis usaha masyarakat, dan siapa-siapa yang terlibat dalam usaha itu,” tutur Andi.

Terkini Lainnya
Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

Demi Peta Kebijakan, BPS: Jangan Takut Sensus Ekonomi 2026

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, BPS Bidik Kontribusi Pendidikan dan Kebudayaan

BPS
BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

BPS
BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS Rekam Transformasi Ekonomi Maluku Utara lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS
Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di NTB, Semangat Peresean Jadi Simbol Kolaborasi

BPS
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Wakil Kepala BPS RI: Ada Jutaan Harapan Di Balik Data Statistik

BPS
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri dan Sulsel, Perkuat Partisipasi dan Sinergi

BPS
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Wakil Kepala BPS RI Canangkan di Sultra dan Sumut

BPS
Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

Catat Sejarah Baru, BPS dan Pos Indonesia Hadirkan Sampul Peringatan SE2026

BPS
Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

Pelaku UMKM Capai 59 Juta, Pemerintah Integrasikan Data lewat SAPA-UMKM

BPS
Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

Integrasi SE2026 dan DTSEN Perkuat Fondasi Data Sosial Ekonomi Nasional

BPS
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM Nasional

BPS
SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan

BPS
SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia Usaha

BPS
Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

Hadirkan Terobosan Baru, BPS Terapkan Pendekatan Multimoda dalam SE2026

BPS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com