Perdagangan RI Menguat, Surplus 35,88 Miliar Dollar AS hingga Oktober 2025

Kompas.com - 02/12/2025, 18:00 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang akhir 2025, kinerja perdagangan Indonesia semakin menguat. Hal ini terlihat dari surplus neraca perdagangan pada periode Januari–Oktober 2025 yang berhasil mencapai 35,88 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Angka tersebut meningkat sekitar 10,98 miliar dollar AS dibanding periode Januari–Oktober 2024, sekaligus memperpanjang catatan positif kinerja perdagangan Tanah Air.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Surplus sepanjang Januari–Oktober 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar 51,51 miliar dollar AS, sedangkan komoditas migas masih mengalami defisit 15,63 miliar dollar AS,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Baca juga: Menperin: Industri Pengolahan Nonmigas Serap 19,60 Juta Tenaga Kerja

Capaian tersebut mengindikasikan daya saing ekspor Indonesia masih berada di jalur yang solid di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia tumbuh impresif hampir menyentuh 7 persen. Peningkatan ini didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sebesar 187,82 miliar dollar AS atau naik 15,75 persen.

Adapun tiga negara utama tujuan ekspor Indonesia adalah China, AS, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 41,84 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Oktober 2025.

China tetap menjadi pasar ekspor utama komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai 52,45 miliar dollar AS (23,51 persen), disusul AS sebesar 25,56 miliar dollar AS (11,46 persen), dan India senilai 15,32 miliar dollar AS (6,87 persen).

Baca juga: Wuling Darion Made In Cikarang, Siap Tembus Pasar Ekspor

Selain ekspor, nilai impor juga mengalami peningkatan meski pertumbuhannya cenderung lebih lambat.

Sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai impor tercatat naik 2,19 persen, dengan lonjakan terbesar pada komoditas barang modal. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi dan investasi masih berjalan.

Pertumbuhan pasar ekspor yang terus meningkat dan impor barang modal yang semakin menguat menandakan sinyal positif bagi perekonomian nasional.

Pasalnya, pertumbuhan impor barang modal kerap menjadi indikator peningkatan produksi di sektor industri dan manufaktur, yang pada akhirnya dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Baca juga: Impor RI Januari–Oktober 2025 Naik Jadi 198,16 Miliar Dollar AS

Terkini Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com