Hasilkan Data Akurat dan Efisien, BPS Hadirkan Inovasi dalam SE2026

Kompas.com - 06/11/2025, 18:29 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.comDunia usaha merupakan motor penggerak utama perekonomian nasional yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagai upaya memetakan perkembangan sektor perekonomian secara menyeluruh, Badan Pusat Statistik ( BPS) siap menggelar Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026), kegiatan pendataan berskala nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun berakhiran enam.

Melalui SE2026, BPS akan menghimpun data komprehensif mengenai seluruh kegiatan ekonomi selain sektor pertanian di Indonesia, mulai dari usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga besar.

Berbeda dengan pelaksanaan SE2016, kini BPS menghadirkan inovasi dalam SE2026 melalui pendataan berbasis teknologi digital untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan efisien.

Baca juga: BPS Jateng Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Fokus Tangkap Potensi Usaha dan Digitalisasi

Sejumlah inovasi tersebut antara lain pendataan multimoda, pemanfaatan data administrasi dan geospasial, penggunaan Statistical Business Register (SBR), serta optimalisasi monitoring penyelenggaraan SE2026 melalui pemanfaatan National Statistics Command Centre.

Adapun data yang akan dikumpulkan dalam SE2026 mencakup jumlah dan sebaran usaha, tenaga kerja, nilai produksi, serta struktur industri di setiap wilayah.

Dengan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir, SE2026 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Bagi pemerintah, SE2026 menyediakan basis data yang kuat untuk merumuskan kebijakan ekonomi nasional dan daerah.

Baca juga: Dialog Jadi Fondasi Kebijakan Ekonomi Kerakyatan di Kupang

Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.

Data SE2026 tidak hanya berguna bagi pemerintah, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan investor untuk mengambil keputusan strategis.

Bagi pelaku usaha, hasil SE2026 akan menjadi sumber informasi berharga untuk mengenali potensi pasar baru, memahami pola perkembangan sektor ekonomi, serta mengidentifikasi wilayah dengan peluang investasi menjanjikan.

Selain itu, data SE2026 juga membantu pelaku usaha memahami sektor-sektor unggulan yang sedang tumbuh, baik di tingkat nasional maupun regional.

Baca juga: OJK Ungkap Sektor-sektor Unggulan untuk Pembiayaan Bank 2025

Informasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan persaingan global, mengingat pengambilan keputusan berbasis data menjadi kunci keberhasilan bisnis.

Dari sisi investor, SE2026 menjadi acuan penting dalam penentuan arah investasi nasional. Informasi yang dihasilkan dapat membantu mereka memahami kondisi perekonomian secara makro maupun mikro, termasuk sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Dengan merujuk pada data yang valid, investor dapat menilai daerah yang layak menjadi tempat penanaman modal, sehingga risiko investasi dapat diminimalkan.

Hasil sensus ekonomi juga dapat digunakan oleh berbagai lembaga penelitian dan sektor swasta untuk menganalisis dinamika dunia usaha di Indonesia, termasuk tren digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen.

Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif Kerja Sama dengan BPS, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Dengan demikian, SE2026 bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Cakupan serta manfaatnya yang luas menjadikan SE2026 sebagai tonggak penting dalam memperkuat fondasi data ekonomi Indonesia.

Melalui partisipasi aktif seluruh pelaku usaha dan masyarakat, BPS optimistis SE2026 akan menghasilkan data yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi saat ini sekaligus menjadi panduan strategis untuk menavigasi masa depan pembangunan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Terkini Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com