Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kompas.com - 24/08/2025, 15:15 WIB
Inang Sh ,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya untuk melindungi petani dan masyarakat dari praktik-praktik curang yang merugikan. 

Ia menegaskan, pemerintah hadir untuk melawan mafia pangan yang selama ini merusak ekosistem perberasan di Tanah Air.

Salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) adalah investigasi yang membongkar praktik curang mafia pangan dengan menemukan 212 dari 268 merek beras premium yang tak sesuai standar. 

"Saya tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah. Kami akan terus bertindak tegas," kata Amran, Minggu (24/8/2025).

Selain penindakan, Amran menegaskan, kebijakan di sektor perberasan juga dirancang untuk menciptakan keseimbangan yang adil. 

Baca juga: Dapat Anggaran Rp 22,38 Triliun di 2026, Kementan Janji Genjot Perkebunan dan Hortikultura

Dalam hal ini, petani harus mendapatkan harga gabah yang layak, sedangkan konsumen juga harus bisa membeli beras dengan harga terjangkau.

Kebijakan di sektor perberasan dirancang dengan strategi ganda, yaitu menjaga harga gabah petani tetap di level Rp 6.500 per kilogram (kg), sekaligus memastikan harga beras terjangkau bagi masyarakat.

Kebijakan itu mulai memperlihatkan manfaatnya. Penyerapan gabah oleh badan Urusan Logistik (Bulog) meningkat dua kali lipat, mencapai 6.000 ton per hari. 

Penyerapan itu pun berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Ini tecermin dari nilai tukar petani (NTP) Juli 2025 yang mencapai 122,64.

Tak hanya itu, pemerintah juga menjalankan langkah konkret untuk untuk menstabilkan harga beras. Salah satunya dengan menggelontorkan 1,3 juta ton stok beras cadangan hingga akhir 2025. 

Baca juga: Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Pelepasan stok itu dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digencarkan Perum Bulog, bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan instansi terkait.

Amran mengatakan, negara hadir untuk rakyat. Petani harus sejahtera, rakyat tidak boleh terbebani harga. 

“Karena itu, stok beras pemerintah 1,3 juta ton kami gelontorkan untuk menstabilkan harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Di sisi konsumen, harga beras mulai turun di 15 provinsi sejak 26 Agustus 2025, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Aceh, dan Sumatera Utara. 

Harga di ritel modern juga mengalami penurunan dengan rata-rata Rp 1.000 per kg. Ini terjadi berkat distribusi beras SPHP yang kini mencapai 6.000 ton per hari dan akan ditingkatkan hingga 10.000 ton per hari.

Baca juga: Kapal Phinisi Kementan-Kementerian KP Warnai Karnaval HUT Ke-80 RI, Tunjukkan Kekayaan Pangan dan Hasil Laut

“Pemerintah menjaga dua kepentingan sekaligus: petani tidak dirugikan, rakyat tetap bisa tersenyum. Itulah keberpihakan kami,” kata Amran.

Dengan stok beras melimpah, harga yang mulai stabil, serta langkah berani melawan mafia pangan, Mentan optimistis Indonesia mampu menjaga kedaulatan pangan. 

“Kami tidak hanya ingin (mewujudkan) swasembada, tetapi juga kedaulatan pangan yang membuat bangsa ini berdiri tegak tanpa tekanan,” imbuh Amran.

Terkini Lainnya
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

BAPANAS
Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

BAPANAS
Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

BAPANAS
Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

BAPANAS
Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

BAPANAS
Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

BAPANAS
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

BAPANAS
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

BAPANAS
Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

BAPANAS
Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

BAPANAS
Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

BAPANAS
Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

BAPANAS
Kebersamaan Disebut Jadi Kunci Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Kebersamaan Disebut Jadi Kunci Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

BAPANAS
Mentan Dorong Pengembangan Varietas Padi Adaptif Perubahan Iklim di Lumbung Pangan Merauke

Mentan Dorong Pengembangan Varietas Padi Adaptif Perubahan Iklim di Lumbung Pangan Merauke

BAPANAS
Dukung Penurunan Kemiskinan Ekstrem, Bapanas Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan hingga ke Pelosok Negeri

Dukung Penurunan Kemiskinan Ekstrem, Bapanas Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan hingga ke Pelosok Negeri

BAPANAS
Bagikan artikel ini melalui
Oke