Kebersamaan Disebut Jadi Kunci Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Kompas.com - 16/08/2024, 11:56 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Semangat membangun kebersamaan menjadi spirit yang harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan.

Tujuannya, untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berlandaskan kemandirian dan kedaulatan pangan.

Hal tersebut menjadi salah satu topik utama pada focus group discussion (FGD) bertajuk “Kebijakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal", yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (15/8/2024).

Agenda tersebut dihadiri oleh para pakar, akademisi, kementerian/lembaga, serta asosiasi di bidang pangan. Bersama, mereka membahas soal penganekaragaman konsumsi pangan di Indonesia.

Baca juga: Bapanas Jamin Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran

Kepala Badan Pangan Nasional ( Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, penganekaragaman konsumsi pangan di Indonesia harus dibangun dari konsep ke langkah aksi.

Oleh karena itu, sebutnya, diskusi itu hadir guna memberikan masukan konstruktif dari pakar, praktisi, hingga pemangku kepentingan.

"Kita eksplorasi lagi bagaimana sumber daya pangan lokal di setiap daerah, bangun pemetaan potensi pangannya, lalu juga harus dipikirkan hilirnya dengan masuk ke pasar, industri, dan retail, dengan inovasi dan teknologi," papar Arief melalui siaran persnya, Jumat (16/8/2024).

Dia menjelaskan, hal yang berkaitan dengan pangan harus segera dieksekusi demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Baca juga: Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tak Memuat Unsur Politik Pilkada

"Kita bangun pergerakan ekonominya. Kunci pentingnya adalah driving execution, didetailkan siapa melakukan apa. Setelah ini, kami buatkan action plan hasil diskusi hari ini. FGD ini menjadi entry point untuk action berikutnya." tambahnya.

FGD bertajuk Kebijakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal yang digelar di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (15/8/2024).DOK. Bapanas FGD bertajuk Kebijakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal yang digelar di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (15/8/2024).

Pentingnya penganekaragaman pangan juga diungkapkan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Rachmat Pambudy.

Menurutnya, pangan bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan dasar bagi setiap individu, tetapi juga mencerminkan kebersamaan dan persatuan.

“Makanan adalah bagian dari persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian. Diversifikasi pangan kita dari Aceh hingga Papua adalah simbol persatuan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Baca juga: Kritik Gerakan Stop Boros Pangan, Pedagang Pasar: Bapanas Tugasnya Koordinasikan, Bukan Buat Gerakan...

Rachmat menekankan bahwa masyarakat pencinta pangan Nusantara harus bersatu dalam upaya bersama tersebut.

“Inilah saatnya masyarakat sorgum, sagu, dan singkong bergandengan tangan dengan pemerintah, dengan Badan Pangan Nasional untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada diversifikasi pangan,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Herman Khaeron menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokalitas dalam kebijakan pangan.

Ia menguraikan bahwa sebagai prasyarat bagi bangkitnya peradaban suatu bangsa, kedaulatan pangan tidak pernah terwujud dalam keseragaman. Artinya, diversifikasi pangan merupakan keniscayaan yang harus dilakukan.

Baca juga: [POPULER MONEY] Oleh-oleh Sri Mulyani dari Brasil | Anggaran Bapanas Dipangkas untuk Program Makan Siang Gratis

“Indonesia kaya akan sumber daya pangan lokal yang beragam. Kebijakan penganekaragaman konsumsi pangan harus mempertimbangkan kekayaan ini, dan memastikan bahwa masyarakat dapat menikmati pangan lokal yang sehat dan bergizi,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, insentif dan disinsentif harus menjadi bagian dari kebijakan terkait diversifikasi pangan.

“Kita perlu memberikan insentif kepada mereka yang mendukung diversifikasi pangan, sementara disinsentif perlu diberikan kepada yang tidak. Ini penting agar kebijakan ini bisa berjalan efektif,” ujarnya.

FGD bertajuk Kebijakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal yang digelar di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (15/8/2024).DOK. Bapanas FGD bertajuk Kebijakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal yang digelar di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (15/8/2024).

Adapun sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2021, Badan Pangan Nasional terus melakukan berbagai penguatan pada aspek penganekaragaman konsumsi pangan yang mencakup tiga langkah strategis.

Baca juga: Anggaran Bapanas Dipangkas untuk Program Makan Siang Gratis

Pertama, melakukan penguatan regulasi penganekaragaman pangan melalui penyusunan rancangan Perpres Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya lokal. 

Kedua, mendorong terbangunnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) pangan yang menghasilkan produk-produk pangan berbahan dasar pangan lokal seperti sorgum, singkong, jawawut, hanjeli, dan hotong, sehingga UMKM pangan lokal tersebut memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat.  

Ketiga, menggencarkan kampanye, edukasi, dan sosialisasi mengenai pentingnya penganekaragaman pangan lokal untuk ketahanan pangan.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng berbagai stakeholder, kementerian/lembaga, organisasi. dan kelompok masyarakat.

Baca juga: Terima 2 Penghargaan Bapanas Award, Pj Gubernur Jateng: Jadi Penyemangat untuk Kelola Pangan Masyarakat

Dengan sinergi dan komitmen dari semua pihak, penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal diharapkan dapat menjadi realitas yang berkelanjutan.

Hal itu bukan hanya untuk mencapai ketahanan pangan nasional, tetapi juga untuk memperkuat persatuan dengan harmoni keanekaragaman berbasis kearifan lokal yang ada di Indonesia 

Terkini Lainnya
Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat

Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat

BAPANAS
Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

BAPANAS
Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

BAPANAS
Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

BAPANAS
Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

BAPANAS
Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

BAPANAS
Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

BAPANAS
Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

BAPANAS
Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

BAPANAS
Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

BAPANAS
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

BAPANAS
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

BAPANAS
Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

BAPANAS
Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

BAPANAS
Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

BAPANAS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com