Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Kompas.com - 20/08/2025, 18:08 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasikan langkah stabilisasi harga beras yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hal tersebut dikatakan Mendagri saat bersama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perusahanya Umum (Perum) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran beras SPHP di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).

Tinjauan dilakukan di Pasar Induk Rau dan salah satu minimarket di Kota Serang. Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Prita Laura.

Tinjauan bersama tersebut, bertujuan untuk memonitor langsung pelaksanaan distribusi beras SPHP di lapangan, khususnya melalui pedagang eceran di pasar dan melalui ritel modern.

“Harga beras tadi relatif stabil, dan salah satu faktor utamanya adalah intervensi beras SPHP dari Bulog, yang dijual Rp 12.000 per kilogram (kg) atau Rp 60.000 per paket 5 kg. Itu membuat harga di bawah HET (harga eceran tertinggi) dan lebih terjangkau masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bapanas dan Bulog, kerjanya hebat,” ungkap Tito.

Baca juga: Pembelian Beras SPHP Dibatasi Bulog Maksimal 2 Pack di Semua Gerai Pakai Aplikasi, Apa Alasannya?

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras medium di Pasar Induk Rau, Kota Serang, pada 19 Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 250 per kg menjadi Rp 13.125 per kg.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa penurunan harga beras ini merupakan sinyal positif dari masifnya intervensi SPHP.

“Intervensi beras SPHP di pasaran terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga jaringan distribusi, harga beras mulai turun di berbagai wilayah,” ujar Arief dalam siaran persnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian  bersama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perusahanya Umum (Perum) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau langsung penyaluran beras SPHP di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).DOK. Bulog Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perusahanya Umum (Perum) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau langsung penyaluran beras SPHP di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).

Penyaluran harian beras SPHP terus mengalami peningkatan. Pada Selasa (19/8/ 2025), realisasi penyaluran harian SPHP oleh Bulog di seluruh Indonesia menembus lebih dari 6.000 ton. Sejak awal pendistribusian pada Juli 2025, beras SPHP telah tersalurkan 45.000 ton di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BUMN, para pedagang di pasar rakyat, ritel modern hingga Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai saluran distribusi SPHP ke masyarakat.

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung program stabilisasi pangan nasional.

“Kami ucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari berbagai pihak, termasuk pedagang, instansi, dan lembaga yang terus masif menyalurkan beras SPHP. Hasilnya, harga beras semakin stabil dan mulai turun di beberapa daerah,” kata Rizal.

 

Baca juga: Beras SPHP Dibatasi 2 Pack, Berlaku di Seluruh Jaringan Distribusi Bulog

Lebih lanjut, Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih beras Bulog.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai dan memilih beras Bulog. Kami berkomitmen menjaga kualitas beras yang baik, sehat, nikmat dikonsumsi dengan harga terjangkau,” tambah Rizal.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap penyaluran SPHP.

“Pemprov Banten siap terus bersinergi dengan Bulog dan Bapanas agar beras SPHP bisa menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga inflasi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Andra.

Senada dengan itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga menegaskan bahwa kehadiran beras SPHP telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat langsung bagaimana SPHP ini membuat harga beras lebih terjangkau. Pemerintah Kota Serang akan terus mendukung program ini agar manfaatnya semakin dirasakan warga,” ungkap Budi.

Terkini Lainnya
Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

BAPANAS
Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

BAPANAS
Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

BAPANAS
Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

BAPANAS
Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

BAPANAS
Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

BAPANAS
Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

BAPANAS
Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

BAPANAS
Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

BAPANAS
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

BAPANAS
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

BAPANAS
Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

BAPANAS
Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

BAPANAS
Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

BAPANAS
Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

BAPANAS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com