Dukung Penurunan Kemiskinan Ekstrem, Bapanas Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan hingga ke Pelosok Negeri

Kompas.com - 16/07/2024, 13:10 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) terus menggencarkan intervensi pengendalian kerawanan pangan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di berbagai daerah, berdasarkan Peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA).

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti menjelaskan bahwa tujuan pemberian bantuan pangan adalah untuk mengurangi beban pengeluaran pangan bagi masyarakat berpendapatan rendah di daerah-daerah rentan rawan pangan, serta untuk memperkuat ketahanan pangan daerah tersebut.

"Masyarakat di berbagai daerah, terutama yang sulit terjangkau, sangat membutuhkan bantuan seperti ini. Kami terus mendorong intervensi pengendalian kerawanan pangan ini sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas ketahanan pangan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Selasa (16/7/2024).

Baca juga: Bantuan Pangan Dilanjutkan sampai Desember 2024, Presiden: Hitung-hitungan APBN Bisa...

Pernyataan tersebut disampaikan Nuryanti saat menyerahkan secara simbolis bantuan pangan dalam kegiatan Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan  2024 kepada 1.824 Kepala Keluarga (KK) di Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, yang mencakup 32 persen dari total penerima di Maluku, Senin (15/7/2024).

Ia mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan proses penyaluran bantuan pangan di wilayah Indonesia timur dan kepulauan (Papua dan Maluku), yang memiliki medan yang menantang.

"Kami memprioritaskan pengiriman paket bantuan pangan ke wilayah Indonesia bagian timur terlebih dahulu, kemudian ke bagian tengah dan barat," tutur Nuryanti.

Bapanas menargetkan agar proses penyaluran bantuan intervensi pengendalian kerawanan pangan dapat selesai pada akhir Juli 2024, sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mendagri Dorong Pemda Tingkatkan Produksi Beras

Percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem

Pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo menjelaskan bahwa intervensi pengendalian pangan yang dilakukan juga merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

"Ikhtiar ini merupakan bagian dari kolaborasi untuk mendukung arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem," ujarnya saat menyerahkan bantuan intervensi pengendalian kerawanan pangan di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (13/7/2024).

Nyoto menambahkan bahwa berbagai langkah yang diambil oleh kementerian dan lembaga (K/L), termasuk Bapanas, ditujukan untuk mencapai target mengurangi kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0 persen pada 2024.

Baca juga: Mengurai Benang Kusut Kemiskinan Perkotaan

Di sisi lain, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyoroti keterkaitan yang erat antara kerawanan pangan dan kemiskinan.

"Kedua hal ini saling terkait, sehingga upaya dalam mengatasi kemiskinan akan berdampak nyata dalam mengurangi masyarakat yang rentan terhadap kerawanan pangan," ucapnya saat meluncurkan penyaluran intervensi pengendalian kerawanan pangan di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (12/6/2024).

Arief menyebut bahwa tingginya angka kemiskinan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di masyarakat, sehingga masyarakat miskin mengalami kesulitan dalam menjangkau pangan karena keterbatasan ekonomi.

Sebagai informasi, pemilihan lokasi intervensi pengendalian kerawanan pangan 2024 didasarkan pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dengan sasaran penerima bantuan berasal dari kelompok pengeluaran terbawah 10 persen (Desil 1).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di delapan provinsi, 20 kabupaten atau kota, dan 233 desa, dengan pemilihan lokus berdasarkan indikator prevalence of undernourishment (PoU) serta daerah rentan rawan pangan prioritas 2-3 pada Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan FSVA Nasional 2023.

Terkini Lainnya
Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat

Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat

BAPANAS
Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

BAPANAS
Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

BAPANAS
Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

BAPANAS
Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

BAPANAS
Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

BAPANAS
Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

BAPANAS
Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

BAPANAS
Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

BAPANAS
Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

BAPANAS
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

BAPANAS
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

BAPANAS
Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

BAPANAS
Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

BAPANAS
Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

BAPANAS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com