Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Kompas.com - 29/10/2024, 15:34 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan ( Kemenkeu) terus berupaya mendorong peningkatan ekspor Papua yang memiliki potensi sangat besar.

Oleh karenanya, Kemenkeu melalui Special Mission Vehicle (SMV) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI) atau Indonesia Eximbank terus menjalankan mandat untuk menciptakan eksportir baru. 

Salah satu program utamanya adalah Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang kali ini diikuti sekitar 27 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jayapura, Papua, pada 21-22 Oktober 2024. 

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Meirijal Nur menyatakan, UMKM memegang peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Untuk itu, program CPNE diharapkan mampu melahirkan eksportir baru dari Papua. 

“Kemenkeu memandang bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian daerah dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (19/10/2024). 

Baca juga: Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Untuk itu, Kemenkeu melalui LPEI akan memberikan pelatihan intensif agar mereka dapat menjadi eksportir. 

Sementara itu, UMKM yang sudah aktif mengekspor akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut dari LPEI untuk meningkatkan skala ekspor mereka. 

“Pelatihan eksportir seperti ini merupakan suatu langkah untuk mendorong peningkatkan pertumbuhan UMKM dalam memenuhi peran strategis pembangunan ekonomi nasional,” kata Meirijal.

Untuk diketahui, Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi ekspor yang sangat besar, baik di sektor migas maupun nonmigas. 

Produk-produk non-migas yang menjadi andalan ekspor Papua, meliputi kayu, produk olahan kayu, ikan, hewan air lainnya, serta berbagai produk unggulan lainnya. 

Potensi besar itu menjadikan Papua sebagai salah satu pemain penting dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional. 

Baca juga: Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024 menunjukkan, ekspor produksi dari Papua mengalami lonjakan signifikan, yakni meningkat hingga 174,56 persen atau senilai 9.367 juta dollar Amerika Serikat (AS). 

Jumlah itu menggambarkan bahwa Papua memiliki kapasitas yang terus berkembang dan berpeluang untuk lebih menggerakkan roda ekonomi provinsi, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pengembangan UMKM lewat CPNE  

Kepala Divisi SMEs Advisory Service LPEI, Maria Sidabutar, menjelaskan program CPNE sebelumnya telah sukses dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. 

Hingga saat ini, lebih dari 5.000 pelaku UMKM dari berbagai provinsi telah mendapatkan pendampingan dan pelatihan melalui CPNE. 

Baca juga: Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

CPNE ini memberikan pendampingan dari awal hingga proses business matching dengan buyers internasional. 

Melalui konsistensi dan tekad kuat, pelaku UMKM Papua diharapkan dapat menjadi eksportir yang sukses di pasar global.

Maria mengatakan, banyak dari mereka yang berhasil menjadi eksportir baru dengan berbagai komoditas unggulan, seperti produk perikanan, kerajinan, dan komoditas lokal. 

“Kami berharap Bapak dan Ibu CPNE Papua dapat mengikuti jejak keberhasilan tersebut dengan mengikuti setiap tahap CPNE secara berkesinambungan. Sebab, konsistensi dan tekad kuat sangat dibutuhkan untuk menjadi eksportir,” ujarnya. 

Maria berharap, dengan mengikuti program ini, para pelaku UMKM dari Papua bisa menjadi eksportir yang siap mendunia. 

Sementra itu, Kepala Kantor Wilayah DJKN Papua, Papua Barat, dan Maluku Kristijanindyati Puspitasari mengatakan, Provinsi Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar.

Baca juga: Lewat Fasilitas PKE, LPEI Dorong Eksportir Indonesia Garap Pasar Afrika

Provinsi ini memiliki hasil hutan dan laut yang melimpah, seperti kerajinan, ukiran Asmat, tas noken, ikan, udang, lobster, mutiara, serta produk perkebunan seperti kakao, kopi, vanili, dan kelapa sawit. 

Meski demikian, banyak pelaku UMKM di Papua yang masih menghadapi kesulitan dalam melakukan ekspor. 

“Melalui program CPNE ini, para pelaku UMKM Papua dapat menjadi eksportir baru dan memperluas jangkauan pasar mereka,” ujarnya. 

Kemenkeu berharap, kata Kristijanindyati, ilmu yang diberikan dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan untuk membuat produk UMKM Papua semakin dikenal di dunia internasional. 

Testimoni peserta

Frans, pemilik UMKM Paon Sida, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti program CPNE Papua mengatakan, program itu memberikan pengalaman, wawasan, dan kesempatan pertama belajar tentang ekspor. 

Baca juga: LPEI Optimis Ekspor Jakarta Tumbuh Pesat, Produk Manufaktur Jadi Andalan

“Ternyata ekspor sebenarnya tidak sulit, tetapi perlu dipelajari lebih mendalam,” ungkapanya. 

Frans berharap, kegiatan itu terus berlanjut dengan program lanjutan yang dapat membimbing para UMKM di Jayapura menjadi eksportir yang andal. 

Harapan serupa juga diungkapkan Rini Eko Setiyani, pemilik UMKM Ririn Foods, UMKM asal Jayapura yang mengolah sagu Papua menjadi aneka kue kukis. 

“Kesempatan mengikuti program CPNE dari Kemenkeu dan LPEI menjadi motivasi kami untuk segera ekspor,” ujarnya. 

Rini mengatakan, ilmu yang diberikan akan diaplikasikan, mulai dari menyusun company profile, hingga membuat kemasan standar ekspor. 

“Program ini bermanfaat bagi kami dan terus berlanjut sampai kami bisa ekspor.” ungkapnya. 

Kegiatan CPNE Papua merupakan wujud konkret kehadiran negara untuk mendorong terciptanya eksportir baru di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: Ekspor Produk Limbah Sawit Capai 29,32 Juta Dollar AS, LPEI Minta Produsen Manfaatkan Peluang

Kegiatan itu tidak lepas dari kemitraan yang kuat antara LPEI dengan Kemenkeu Satu Papua. 

Terkini Lainnya
Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Ekspor Berkelanjutan
Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Ekspor Berkelanjutan
Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekspor Berkelanjutan
 Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Ekspor Berkelanjutan
Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Ekspor Berkelanjutan
Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

Ekspor Berkelanjutan
Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Ekspor Berkelanjutan
Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Ekspor Berkelanjutan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com