Upaya LPEI Tingkatkan Daya Saing UKM Kerajinan di Pasar Global

Kompas.com - 16/07/2024, 13:07 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI) atau Indonesia Eximbank terus berusaha meningkatkan kapasitas usaha kecil menengah (UKM) Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global.

Salah satu upaya itu dilakukan melalui program pelatihan ekspor, yaitu Coaching Program for New Exporter (CPNE). 

Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Norhadi mengatakan, LPEI mendukung UKM berorientasi ekspor untuk mengembangkan usahanya melalui program jasa konsultasi, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi.

“Program jasa konsultasi menyediakan pelatihan, pendampingan, dan business matching untuk mendukung pelaku usaha berorientasi ekspor sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya dan dapat bersaing di pasar global," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (16/7/2024). 

Dia menegaskan, LPEI berkomitmen kuat untuk membantu produk lokal Indonesia menembus pasar internasional. 

Baca juga: Jateng Miliki 2.261 Eksportir, LPEI TIngkatkan Daya Saing dan Perluas Akses ke Pasar Global

LPEI terus berupaya untuk menyediakan serangkaian pendampingan dan pelatihan  yang dirancang khusus untuk mendukung para pelaku usaha di Indonesia. 

Melalui berbagai program, seperti CPNE, Desa Devisa, dan business matching, LPEI tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar global. 

Maqin menjelaskan, inisiatif itu untuk memperkuat daya saing produk-produk Indonesia di kancah internasional sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. 

LPEI berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pengembangan kapasitas para pelaku usaha Indonesia agar mampu beradaptasi dan berkembang di pasar global yang semakin kompetitif. 

"Dengan dukungan ini, LPEI berharap dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha berorientasi ekspor untuk mengambil langkah berani mendunia," katanya. 

Baca juga: LPEI Perkuat Peran Eksportir Jawa Tengah lewat LPEI Export Forum 2024

Saat ini, LPEI tengah menyiapkan sebuah marketplace yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching). 

Marketplace itu dirancang untuk menjadi ekosistem terpadu yang memfasilitasi berbagai aspek ekspor, dari pengembangan produk hingga pemasaran dan sertifikasi. 

Marketplace dari LPEI tersebut akan membantu UKM meningkatkan kinerja ekspor dengan memanfaatkan informasi berbasis riset data dan teknologi digital dalam pengambilan keputusan mereka di bidang ekspor. 

Dengan adanya akses ke data yang akurat dan analisis pasar mendalam, UKM diharapkan dapat merumuskan strategi ekspor yang lebih efektif dan efisien. 

Kemudahan dan ketersediaan pelayanan yang lengkap pada marketplace itu diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia. 

Baca juga: LPEI dan ASEI Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor UKM

Salah satu dukungan itu ditujukan pada industri handicraft dan home décor dari kayu dan batu alam Indonesia yang terus menunjukkan potensi cemerlang di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.  

Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekspor handicraft dan home décor yang mengesankan pada kuartal-I 2024.

Data Biro Pusat Statistik (BPS) yang diolah tim Economist LPEI menunjukkan, kenaikan nilai ekspor produk tersebut yang mencapai 35,76 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau naik 8,15 persen year on year (yoy) sepanjang Januari-Maret 2024. 

Dari tren tersebut, terlihat adanya peningkatan ekspor yang didorong faktor kenaikan harga.  

Peningkatan kumulatif nilai ekspor itu didorong meningkatnya ekspor ke beberapa pasar utama, termasuk Jepang yang naik 6,55 juta dollar AS, Korea Selatan naik 1,62 juta dollar AS yoy, Jerman naik 1,15 juta dollar AS yoy, Belanda naik 670.320 dollar AS yoy, dan Papua Nugini naik 522.090 dollar AS yoy. 

Dukungan terhadap industri kerajinan

Salah satu badan usaha mitra binaan LPEI adalah CV Maharani yang menekuni kerajinan handicraft dan home decor dari kayu serta batu alam dari Pulau Bali. 

Baca juga: Kian Digemari hingga Jadi Tren, LPEI Dorong Ekspor Produk Organik Indonesia agar Mendunia

CV Maharani telah menjadi mitra binaan LPEI sejak 2021 dan telah berhasil mengekspor ke mancanegara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Belanda, Jerman, dan Rusia. 

LPEI melakukan pendampingan dengan tujuan meningkatkan nilai dan kualitas produk ekspor serta menjadi bagian ekosistem pelaku usaha untuk berani mendunia. 

Selain itu, business matching yang dijalankan LPEI juga berhasil mengantarkan Maharani Craft menembus pasar ekspor Kanada untuk pertama kalinya pada April 2024. 

Upaya itu dilaksanakan LPEI dengan berkolaborasi dengan Atase Perdagangan (Atdag) Ottawa, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, dan diaspora Indonesia.

Pemilik CV Maharani Irene Setiawati mengatakan, pendampingan yang diberikan LPEI sangat membantu usahanya untuk dapat membuka pasar ekspor lebih luas. 

Baca juga: Dukung Kinerja Ekspor Jatim, LPEI Tingkatkan Daya Saing Eksportir 

“Berbagai layanan dan fasilitas dari LPEI diberikan kepada pelaku UKM berorientasi ekspor seperti kami sehingga mampu melakukan ekspor,” katanya. 

Adapun CV Maharani telah menjadi perusahaan produsen dan eksportir aksesoris, perhiasan perak dengan desain etnik dan kontemporer. 

Kini, CV Maharani merambah ke industri handicraft dan home décor dengan membawa kreativitas dan teknik yang khas dari Bali. 

Maharani bekerja sama dengan kurang lebih 53 pengrajin dari daerah Gianyar Bali. 

Maharani Craft turut hadir dalam pameran Road to G20 di Bali pada 2022 dengan menawarkan keunikan yang premium untuk kerajinan yang berfungsi sebagai hiasan untuk rumah (home decor). 

Pada 2023, Indonesia paling banyak mengekspor jenis handicraft atau home décor berupa tatakan dan peralatan makan dari kayu sebanyak 49,30 sebanyak persen; diikuti perangkat makan dan dapur dari kayu sebanyak 21,58 persen; dan perangkat dapur/meja dari logam dasar sebanyak 16,63 persen. 

Baca juga: LPEI Bawa Rempah Indonesia Kembali Mendunia melalui Program Desa Devisa

Hal ini itu menunjukkan keahlian dan kapabilitas Indonesia dalam pengolahan kayu serta keragaman produk utama dalam ekspor, mulai dari barang-barang kecil, seperti tatakan makan hingga perangkat yang lebih besar dan kompleks. 

Terkini Lainnya
Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Ekspor Berkelanjutan
Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Ekspor Berkelanjutan
Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekspor Berkelanjutan
 Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Ekspor Berkelanjutan
Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Ekspor Berkelanjutan
Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

Ekspor Berkelanjutan
Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Ekspor Berkelanjutan
Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Ekspor Berkelanjutan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com