Tingkatkan Potensi Ekspor Sumut, LPEI Gelar Forum Pertemuan dengan Para Eksportir Unggulan

Kompas.com - 29/07/2024, 16:36 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyelenggarakan forum pertemuan dengan para eksportir unggulan dari Sumatera Utara (Sumut) dalam acara "LPEI Export Forum dan Sosialisasi Program Penugasan Khusus Ekspor 2024", Kamis (25/7/2024).

Acara tersebut berhasil dilaksanakan berkat kolaborasi antara LPEI, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bea Cukai Sumut, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Sumut.

Forum dan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mendorong ekspor dari Sumut dengan memberikan proyeksi ekspor dan membantu pelaku ekspor melihat prospek pada masa depan.

Seperti diketahui, Sumut dikenal sebagai salah satu pilar utama ekspor di wilayah Sumatera, berada di peringkat ketiga setelah Kepulauan Riau (Kepri) dan Riau dalam hal nilai ekspor.

Baca juga: Gotong Royong Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan, Kepri Raih Anugerah Merdeka Belajar 2024 dari Kemendikbudristek

Produk ekspor utama dari Sumut adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, yang telah menembus pasar di 182 negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Sumut mencapai 10,24 miliar dollar Amerika Serikat (AS), sementara Kepri dan Riau masing-masing mencatat 17,39 miliar dollar AS dan 18,96 miliar dollar AS.

Dalam hal produk domestik bruto (PDB), Sumut menyumbang 5,12 persen dari total PDB Indonesia pada 2023, menempatkannya di peringkat lima besar kontributor PDB nasional.

Chief of Region LPEI Anton Herdiyanto menjelaskan bahwa LPEI berkomitmen untuk memberikan solusi dan dukungan kepada eksportir Sumut guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka, serta membangun kepercayaan dari negara lain.

Baca juga: Influencer yang Diajak Jokowi Tinjau IKN Tak Bisa Membedakan Kantor Presiden dan Istana Negara

Saat ini, Sumut memiliki 737 eksportir, terdiri dari 555 eksportir dengan nilai ekspor di bawah Rp 50 miliar, 137 eksportir dengan nilai ekspor Rp 50-500 miliar, dan 45 eksportir dengan nilai ekspor di atas Rp 500 miliar.

“Secara nasional, nilai ekspor Sumut berada di antara 10 provinsi terbesar dengan jumlah eksportir terbanyak di peringkat ketujuh di Indonesia,” kata Anton dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/7/2024).

Menurutnya, kontribusi yang signifikan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang solid antara kementerian, lembaga (K/L), pelaku usaha, dan seluruh elemen ekosistem ekspor di Sumut.

Baca juga: Gerindra: Jumlah Kementerian Disesuaikan dengan Janji Kampanye Prabowo-Gibran, Belum Fix

LPEI sebagai perpanjangan tangan Kemenkeu

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara (PRKN) Kemenkeu Heri Setiawan menjelaskan bahwa pemerintah memberikan penugasan khusus ekspor (PKE) kepada LPEI untuk mendukung ekspor dari Sumut.

PKE tersebut bertujuan untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan/atau asuransi bagi kegiatan ekspor yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap penting untuk mendukung kebijakan ekspor nasional.

"Melalui PKE, LPEI bertindak sebagai perpanjangan tangan Kemenkeu dalam membantu pelaku usaha mengatasi berbagai hambatan, khususnya bagi eksportir yang menjadi mitra LPEI," kata Heri.

Ia juga menambahkan bahwa para eksportir dapat memanfaatkan berbagai program PKE sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik ekspor mereka.

Baca juga: WN India Kuras Rekening Teman Senegaranya Rp 3,5 Miliar untuk Cukupi Kebutuhan Pribadinya

Program-program tersebut meliputi PKE UKM. Program ini dirancang khusus untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi ekspor.

Kedua, PKE Kawasan yang diperuntukkan kepada eksportir yang ingin memasuki pasar ekspor di negara-negara non-tradisional.

Ketiga, PKE Trade Finance yang menyediakan skema pembiayaan untuk transaksi perdagangan.

Terakhir, PKE Farmasi dan Alat Kesehatan yang ditujukan bagi eksportir yang bergerak di sektor kesehatan.

Baca juga: Darurat Kesehatan Mental Anak Muda

Ekspor Sumut didominasi produk lemak hingga karet

Sementara itu, Market Intelligence and Leads Management Chief Specialist LPEI Rini Satriani mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen ekspor dari Sumut didominasi oleh produk lemak dan minyak hewani atau nabati, produk kimia, ampas dan sisa industri makanan, karet serta barang dari karet, sabun dan bahan pembersih.

Produk-produk tersebut telah menembus pasar di 182 negara, dengan lima negara tujuan utama adalah China, Singapura, AS, Malaysia, dan India.

Peningkatan tersebut didorong oleh jumlah pembeli produk ekspor Sumut yang semakin meningkat sejak 2022, di mana 32,29 persen di antaranya adalah pembeli setia.

Baca juga: Menperin: Lahan Sagu RI Terbesar di Dunia, tapi Kalah Ekspor dari Malaysia

Rini memprediksi bahwa pertumbuhan ekspor Sumut akan tetap stabil hingga 2025.

Produk unggulan dari Sumut yang memiliki peluang ekspor tinggi, meliputi kopi, teh, dan rempah-rempah dengan nilai mencapai Rp 14,09 triliun, buah-buahan senilai Rp 8,9 triliun, produk plastik dan barang dari plastik sebesar Rp 58,46 triliun.

Kemudian, ada produk minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik sebesar Rp 22,12 triliun, produk olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska sebesar Rp 15,69 triliun, serta produk kayu dengan nilai Rp 39,5 triliun.

Dalam sesi terpisah, LPEI memperkenalkan marketplace baru bernama Komodoin kepada para pelaku usaha berorientasi ekspor di Sumut.

Baca juga: Masih Banyak Pelaku Usaha Belum Menggunakan QRIS, Apa Kendalanya?

Marketplace tersebut akan segera diluncurkan dan ditujukan untuk membantu pelaku usaha dengan menyediakan informasi berbasis riset data dan memfasilitasi akses ke pembeli baru di pasar global.

Komodoin secara garis besar bertujuan untuk mendukung produk Indonesia agar lebih dikenal di dunia internasional.

Kepala Divisi SME’s Advisory Services LPEI Lutpi Ginanjar menjelaskan tentang marketplace Komodoin di depan para pelaku UKM berorientasi ekspor.

Ia juga mengumpulkan masukan dari UKM yang sudah berpengalaman dalam ekspor untuk mengoptimalkan dukungan LPEI, dengan harapan dapat meningkatkan peran UKM Sumut sebagai tulang punggung dalam perekonomian Indonesia.

Terkini Lainnya
Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Ekspor Berkelanjutan
Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Ekspor Berkelanjutan
Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekspor Berkelanjutan
 Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Ekspor Berkelanjutan
Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Ekspor Berkelanjutan
Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

Ekspor Berkelanjutan
Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Ekspor Berkelanjutan
Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Ekspor Berkelanjutan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com