LPEI Optimis Ekspor Jakarta Tumbuh Pesat, Produk Manufaktur Jadi Andalan

Kompas.com - 21/08/2024, 13:07 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI) menyadari peran penting Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dalam perekonomian nasional.

Market Intelligence and Leads Management Chief Specialist LPEI Rini Satriani memproyeksikan pertumbuhan ekspor Jakarta akan mengalami peningkatan sebesar 3,5 persen pada 2024 dan 4,4 persen pada 2025. 

Pertumbuhan itu didorong keunggulan produk manufaktur DKJ yang mendominasi ekspor ke lebih dari 209 negara.

Produk-produk manufaktur itu berfokus pada komoditas unggulan, seperti mesin dan peralatan mekanis sebanyak 13,90 persen, perlengkapan elektronik sebanyak 11,05 persen, serta kendaraan dan suku cadang sebanyak 8,04 persen. 

“Jakarta salah satu tulang punggung nasional dengan jumlah eksportir lebih dari 3.200 pelaku usaha yang mayoritas telah konsisten melakukan ekspor lima tahun terakhir,” katanya dalam siaran pers, Rabu (21/8/2024). 

Selain itu, masih ada juga peluang potensi ekspor produk unggulan DKJ, seperti produk kecantikan dan wewangian dengan potensi sebesar Rp 22,12 triliun, produk farmasi (pharmaceutical components) sebesar Rp 9,61 triliun, dan produk ikan, krustasea, dan moluska (fish and shellfish) sebesar Rp 72,68 triliun. 

Baca juga: Ekspor Produk Limbah Sawit Capai 29,32 Juta Dollar AS, LPEI Minta Produsen Manfaatkan Peluang

Sementara itu, Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Norhadi menjelaskan, LPEI telah mendampingi ribuan usaha kecil menengah (UKM) dan membantu mereka menjadi eksportir yang mampu menembus pasar global. 

“Hingga saat ini, LPEI berhasil membantu pelaku usaha Indonesia menembus pasar di 134 negara dan kami siap mendampingi ekspor pelaku usaha ke negara-negara lainnya,” katanya. 

Beberapa negara tujuan ekspor utama DKJ, di antaranya Singapura sebanyak 23,07 prsen, Tiongkok sebanyak 16,58 persen, dan Jepang sebanyak 13,18 eprsen. 

Ekspor tersbut didukung lebih dari 52.000 buyer dari berbagai negara dengan 36 persen di antaranya merupakan buyer loyal.  

Keberhasilan itu menunjukkan tingginya kepercayaan dan daya saing produk-produk asal Jakarta di pasar global serta potensi besar untuk terus memperluas jangkauan ekspor ke lebih banyak negara. 

Chief of Region LPEI Anton Herdiyanto menjelaskan, LPEI senantiasa memberikan dukungan kepada pelaku usaha berorientasi ekspor sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha mereka agar berani mendunia. 

Baca juga: LPEI: Sumatera Utara Jadi Salah Satu Tulang Punggung Ekspor Nasional

“Kami berkomitmen terus mendukung pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi ekspor, termasuk dengan menyediakan solusi pembayaran yang efektif sehingga dapat meningkatkan kapabilitas pelaku usaha ekspor di Indonesia,” katanya. 

Mendukung potensi Jakarta

Adapun kontribusi DKJ dalam meningkatkan perekonomian Indonesia terus tumbuh dengan mencatatkan nilai ekspor sebesar 11,08 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada 2023 dan menempatkannya di posisi ke-9 secara nasional. 

Selain itu, DKJ juga memiliki estimasi jumlah eksportir terbesar kedua di Indonesia sejumlah 3.296 eksportir. 

Data tersebut menunjukan peran strategis Jakarta dalam perdagangan internasional dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Oleh karenanya, LPEI terus mendukung dan mengembangkan potensi ekspor DKJ. Salah satunya melalui penyelenggaraan kembali forum pertemuan yang melibatkan eksportir unggulan DKJ pada acara "LPEI Export Forum: Bedah Pasar Ekspor Produk Unggulan DKI Jakarta" pada Kamis (15/8/2024). 

Baca juga: Siapkan Platform Marketplace, LPEI Dukung UKM Binaan BRI Mendunia

Acara itu digelar untuk meningkatkan ekspor DKJ dengan memberikan export outlook di Jakarta sehingga pelaku ekspor dapat memahami prospek pasar yang membuka peluang ekspor. 

Kegiatan tesebut diselenggarakan LPEI bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKJ. 

Forum itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam memanfaatkan peluang ekspor serta memperkuat daya saing produk unggulan daerah. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKJ Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, DKJ berhasil meningkatkan nilai ekspor melalui kerja keras dan kolaborasi yang telah terjalin antara berbagai pihak, termasuk pemerintah dan para pelaku usaha. 

“Nilai ekspor DKJ semester 1-2024 mencapai 5.669,96 juta dollar AS, lebih tinggi dibandingkan ekspor periode sama tahun lalu,” ungkapnya. 

Ratu mengatakan, kinerja ekspor DKJ pada 2024 cenderung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Tingkatkan Potensi Ekspor Sumut, LPEI Gelar Forum Pertemuan dengan Para Eksportir Unggulan

“Hal ini sejalan dengan upaya DKJ menjadi kota cerdas dan berupaya sebagai pusat aktivitas ekonomi, bisnis serta mendukung visi Jakarta sebagai kota global,” ujarnya. 

Terkini Lainnya
Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Kepercayaan Investor Menguat, Indonesia Eximbank Kantongi Pendanaan Sindikasi 500 Juta Dollar AS

Ekspor Berkelanjutan
Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Di TEI 2025, Mitra Binaan LPEI Catat Potensi Transaksi Ekspor Senilai Rp 52,5 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Dorong Ekspor Produk Halal, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan ICD

Ekspor Berkelanjutan
Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekosistem Ekpor Indonesia-China Makin Kokoh, ICBC Suntik Pinjaman 250 Juta Dollar AS ke Eximbank

Ekspor Berkelanjutan
 Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Indonesia di Era BRICS, Begini Sinergi Diplomasi dan Pembiayaan LPEI Buka Pasar Baru Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ketika Cita Rasa Indonesia Mendunia, Ini Cerita Dua Eksportir Kopi dan Kakao yang Tumbuh bersama LPE

Ekspor Berkelanjutan
Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas, LPEI Hadirkan 14 Mitra di TEI 2025

Ekspor Berkelanjutan
Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Miliki 400 Eksportir Aktif, Indonesia Jadi Eksportir Triplek Terbesar Kedua di Dunia

Ekspor Berkelanjutan
Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Lewat Desa BISA Ekspor, LPEI Perkuat Peran Desa di Pasar Global

Ekspor Berkelanjutan
Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Kinerja Positif Semester I-2025 Indonesia Eximbank, Catat Laba Bersih Rp 101 Miliar

Ekspor Berkelanjutan
LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

LPEI Terima Kunjungan Ghana Export-Import Bank, Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor

Ekspor Berkelanjutan
Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Kemenkeu dan LPEI Dukung Peningkatan Ekspor di Papua lewat Program Pelatihan

Ekspor Berkelanjutan
Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Pasar Ekspor Makin Luas, Mitra Binaan LPEI Bukukan Potensi Transaksi Rp 5 Miliar di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Tingkatkan Akses Global, LPEI Bawa Pelaku Usaha Ekspor Berkelanjutan di TEI 2024

Ekspor Berkelanjutan
Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Sagu, Tenun, dan Kopi Jadi Penggerak Ekspor Indonesia, LPEI Perkuat Capaian lewat Desa Devisa

Ekspor Berkelanjutan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com