KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kembali membuktikan perannya sebagai penyambung hidup bagi keluarga pekerja yang ditinggalkan.
Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wali Kota (Walkot) Jakarta Selatan (Jaksel) M Anwar di rumah Abdul Kadir, pegawai harian lepas (PHL) di Suku Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jaksel yang meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai pengemudi truk pengangkut sampah.
Keduanya hadir untuk menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris.
Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi para pekerja Indonesia dan memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan hidup.
Baca juga: Santunan Kecelakaan Selama Mudik Lebaran Capai Rp 38 Miliar
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya almarhum Bapak Abdul Kadir. Hari ini, kami hadir langsung untuk memastikan manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan telah benar-benar diterima oleh para ahli waris,” ujar Saiful dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa layanan BPJS Ketenagakerjaan dapat diakses melalui berbagai kanal, termasuk media sosial (medsos).
Saiful pun menceritakan bahwa informasi terkait Abdul Kadir juga pertama kali diterima melalui medsos, yakni saat anak almarhum menghubunginya melalui direct message (DM) Instagram.
"Laporan tersebut langsung saya tindaklanjuti secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan, hingga akhirnya manfaat tersebut bisa langsung dibayarkan tanpa ada potongan biaya," ucapnya.
Baca juga: Maxim Gratiskan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Disabilitas
Saiful berkomitmen bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin mudah diakses oleh seluruh pekerja.
Dari segi layanan, BPJS Ketenagakerjaan mencanangkan layanan klaim tanpa antrean dan kesulitan, serta dapat diakses melalui jalur apapun.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mengoptimalkan konsep one stop service. Artinya, layanan dapat diakses secara online, datang ke kantor cabang, atau melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
"Tujuan utama kami adalah menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya," tegas Saiful.
Baca juga: Pekerja Indonesia Doyan Lembur, Kenapa Belum Tentu Sejahtera?
Walkot Jaksel M Anwar menyampaikan bahwa pemberian santunan JKK dan JKM sudah sering dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan selalu hadir tepat waktu, tidak rumit, dan tidak dipersulit.
Pada kesempatan tersebut, Anwar juga menegaskan bahwa seluruh PHL di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jaksel telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
"Hampir dipastikan PHL di Jaksel sudah memiliki BPJS Ketenagakerjaan, dan kami tidak sungkan untuk terus melakukan sosialisasi," tuturnya.
Baca juga: Komisi IX DPR Dorong Pekerja Informal hingga Ojol Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Senada dengan Anwar, istri Abdul Kadir, Ma’anih, juga menyampaikan apresiasinya atas layanan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Ia menilai, layanannya cepat dan mampu membantu keluarga di tengah situasi sulit.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas pelayanannya yang begitu cepat, ramah, dan transparan. Semoga uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan saya ke depan bersama anak-anak saya, terutama untuk anak saya yang sakit,” ucap Ma’anih.