Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kompas.com - 05/02/2025, 16:12 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/ BKKBN) melalui Pusat Pengembangan SDM Kependudukan, Pembangunan Keluarga, dan Keluarga Berencana (Pusbang SDM) resmi membuka layanan pelatihan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertama pada 2025.

Pelatihan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas, yang dibuka pada Selasa (4/2/2025).

Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dan diikuti oleh 44 aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2PAP2KB) Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: 8 Perampok Siksa Suami Istri di Banyuasin, Uang Rp 80 Juta dan Emas Dibawa Kabur

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono hadir membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Pusbang SDM beserta jajaran serta Kepala Dinas P2PAP2KB Kabupaten Banyuasin.

Kampung Keluarga Berkualitas merupakan inisiatif untuk mendekatkan layanan program Kependudukan, Pembangunan Keluarga, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) kepada masyarakat. Program ini mengaktualisasikan delapan fungsi keluarga serta membangun karakter bangsa melalui perwujudan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Sebagai miniatur pelaksanaan program kependudukan, Kampung Keluarga Berkualitas melibatkan berbagai bidang di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN secara sinergis dengan kementerian dan lembaga (K/L), pemangku kepentingan, dan mitra kerja terkait.

Program tersebut diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dijalankan pada tingkat pemerintahan terendah di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Baca juga: Menteri HAM: 100 Hari Pemerintahan Prabowo Tak Ada Warga Dipenjara karena Hina Pejabat

Kontribusi dalam visi Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN melalui Pusbang SDM membuka layanan pelatihan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertama pada 2025. Pelatihan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas, yang dilaksanakan pada Selasa (4/2/2025). DOK. Kemendukbangga/BKKBNDOK. Kemendukbangga/BKKBN Kemendukbangga/BKKBN melalui Pusbang SDM membuka layanan pelatihan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertama pada 2025. Pelatihan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas, yang dilaksanakan pada Selasa (4/2/2025). DOK. Kemendukbangga/BKKBN

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono menegaskan bahwa kontribusi dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sangat penting.

Indonesia, kata dia, hanya bisa mencapai visi tersebut apabila memiliki penduduk yang berdaya secara optimal.

"Seperti yang kita ketahui, dalam dokumen perencanaan di tingkat nasional maupun daerah, terdapat satu fokus utama yang harus kita pahami dan wujudkan. Dalam dokumen rencana pembangunan jangka panjang (RPJP), telah ditegaskan bahwa visi Indonesia dalam 20 tahun mendatang adalah mencapai Indonesia Emas 2045,” jelas Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (5/2/2025).

Baca juga: Riset UI: Hilirisasi Tambang Jadi Prasyarat Sektor Industri Pengolahan Menuju Indonesia Emas 2045

Ia mengungkapkan, salah satu langkah utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045 adalah dengan mengoptimalkan bonus demografi, sebagaimana dijabarkan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM).

Oleh karena itu, sebut Budi, saat ini merupakan momen yang tepat bagi bapak dan ibu untuk mengikuti pelatihan guna memahami lebih dalam tentang kebijakan kependudukan, khususnya dalam mewujudkan keluarga berkualitas.

“Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika penduduknya memiliki kualitas yang memadai sehingga dapat diberdayakan secara optimal," ucapnya.

Baca juga: TNI AD Tambah Personel untuk 100 Batalyon Teritorial Pembangunan

Penguatan program Pembangunan Keluarga

Pada kesempatan tersebut, Budi juga mengajak para peserta pelatihan untuk bersama-sama menggalakkan program Pembangunan Keluarga.

“Kita memiliki tugas penting untuk memastikan bahwa seluruh penduduk usia produktif benar-benar dapat berkontribusi secara optimal. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencegah kelahiran bayi dengan kondisi yang menghambat produktivitas, terutama stunting,” imbuhnya.

Jika seorang anak lahir dalam kondisi stunting, lanjut Budi, maka secara otomatis ia akan mengalami kesulitan dalam berkontribusi secara maksimal.

Kemampuannya dalam bekerja, menganalisis masalah, dan menyelesaikan persoalan akan menjadi tidak kompetitif.

Baca juga: Kemenkeu Siapkan Insentif Kompetitif untuk Pembentukan Family Office

“Oleh sebab itu, pencegahan stunting harus menjadi prioritas, dan dalam konteks ini, Pembangunan Keluarga harus terus kita galakkan,” tutur Budi.

Penyediaan Taman Asuh Sayang Anak

Salah satu strategi unggulan (quick wins) Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung Pembangunan Keluarga adalah penyediaan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program tersebut bertujuan untuk menghadirkan daycare unggulan yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Hal ini memungkinkan para ibu tetap bekerja dan mengembangkan karier tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak mereka.

Baca juga: INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Artikel Berjudul Karier Bahlil Lahadalia dalam Bahaya

“Itulah konsep yang melandasi Pembangunan Kampung Keluarga Berkualitas. Dalam implementasinya, Kampung Keluarga Berkualitas harus mencakup berbagai komponen layanan yang memungkinkan setiap individu, baik yang berada di usia produktif maupun yang tidak, tetap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat di tingkat kampung, desa, daerah, hingga nasional,” jelas Budi.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam program Bangga Kencana, Budi juga menyampaikan bahwa sesuai dengan mandat dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Doktor (Dr) Wihaji, Kemendukbangga/BKKBN terus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana.

Selain itu, cakupan peserta pelatihan bagi mitra kerja juga terus diperluas agar lebih merata dan menyeluruh. Hal ini mendorong percepatan layanan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusbang SDM Kemendukbangga/BKKBN melalui skema PNBP.

Baca juga: PNBP di Taman Nasional Komodo Meningkat, Capai Rp 50 M Lebih pada 2024

Percepatan layanan pelatihan PNBP

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi SDM dalam bidang kependudukan, pembangunan keluarga, dan keluarga berencana, Kemendukbangga/BKKBN terus mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana untuk memperluas cakupan peserta pelatihan. Salah satu upaya percepatan layanan pelatihan dilakukan melalui jalur PNBP.

Saat ini, Pusbang SDM Kemendukbangga/BKKBN memiliki tiga layanan pelatihan PNBP, yaitu Pelatihan Teknis Substantif Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) Pencegahan Stunting, Pelatihan Teknis Demografi, dan Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas.

Informasi lebih lanjut terkait layanan tersebut dapat diperoleh dengan menghubungi Pusbang SDM Kemendukbangga/BKKBN di Gedung Pusbang SDM Lantai 2, Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jalan Permata Nomor 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur atau melalui WhatsApp Layanan Publik di nomor 08111-245-045.

Baca juga: Perbedaan Komunitas dan Grup WhatsApp serta Fitur-fiturnya 

Transformasi BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 dan 181 Tahun 2024, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah bertransformasi menjadi Kemendukbangga/BKKBN.

Sebagai bagian dari arah kebijakan dan strategi periode 2025-2029, Kemendukbangga/BKKBN menargetkan peningkatan kompetensi SDM pengelola dan pelaksana program kependudukan.

Selain melalui pendanaan dari APBN, peningkatan kompetensi ini juga difasilitasi melalui layanan pelatihan berbasis PNBP, guna menjangkau mitra kerja secara lebih luas dan merata.

Baca juga: Efisiensi Anggaran, Kemenaker Tunda Pelatihan Keterampilan Kerja

Dengan berbagai upaya tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi dalam mendukung Indonesia Emas 2045.

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com