Kemendukbangga/BKKBN Luncurkan Logo baru, Wihaji: Simbol Semangat Baru

Kompas.com - 21/12/2024, 16:27 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melakukan grand launching logo baru, Jumat (20/12/2024).

Acara tersebut diadakan di Lapangan Kantor Kemendukbangga/BKKBN dan dihadiri oleh aparatur sipil negara (ASN), mitra kerja, dan masyarakat sekitar.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Dr H Wihaji SAg MPd mengatakan, perubahan BKKBN dari badan menjadi kementerian tentu diiringi pembaruan logo.

"Kami menyelenggarakan sayembara yang dinilai oleh para ahli, perguruan tinggi, dan pihak terkait. Hasil akhirnya adalah logo ini yang merepresentasikan semangat baru, kultur baru, dan identitas kementerian baru. Maka, hari ini secara resmi kami luncurkan,” ujar Wihaji dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).

Rebranding logo baru, tambah Wihaji, mengikuti perubahan nomenklatur BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN. Ini berdasarakan Peraturan Presiden Nomor 180 dan 181 Tahun 2024.

Logo baru tersebut mencerminkan semangat dan komitmen dalam merefleksikan peran Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kami juga berperan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia sesuai dengan Asta Cita Presiden Nomor 4 dan 6 untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Wihaji.

Wihaji menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN saat ini memiliki dua program utama, yakni melanjutkan dan menyempurnakan program sebelumnya.

Baca juga: Lewat “Oke Gas Magis Karimata”, BKKBN Kalbar Cegah Stunting di Kepulauan Karimata

"Program lama kami lanjutkan. Sementara, program baru kami buat quickwin. Kami memiliki lima quickwin. Salah satunya yang sudah kita laksanakan, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk satu juta anak Indonesia," kata Wihaji.

Masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia adalah salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Dr H Wihaji SAg MPd saat tampil sebagai pemain kendhang.Dok. Kemendukbangga/BKKBN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Dr H Wihaji SAg MPd saat tampil sebagai pemain kendhang.

Berdasarkan SKI 2023, prevalensi stunting di Tanah Air tercatat berada di kisaran 21,5 persen. Angka ini hanya turun 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Persoalan stunting merupakan isu lama dan terus menjadi salah satu program pemerintah untuk dilaksanakan. Namun, tidak semua persoalan itu negara harus hadir, kata Wihaji.

"Maka, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan masyarakat sekitar. Dalam hal ini program Genting yang tidak mengganggu APBN, tapi melibatkan stakeholder dan masyarakat melalui kolaborasi pentaheliks," ucap Wihaji.

Wihaji menjelaskan bahwa jajarannya telah mengundang, bekerja sama, dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program orangtua asuh dalam upaya pencegahan stunting.

Program tersebut terbuka bagi warga negara dan korporasi yang ingin terlibat. Anak-anak yang menjadi bagian dari program itu adalah yang berasal dari keluarga berisiko stunting (KRS) dengan jumlah mencapai 8,6 juta anak.

"Kami punya data mereka. Orangtua asuh boleh memilih empat menu, yakni asupan gizi, air bersih, rumah tidak layak huni (RTLH) dan sanitasi, srta edukasi yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi,” terang Wihaji.

Selain Genting, quickwin dari Kemendukbangga/BKKBN lain adalah Lansia Berdaya, Gerakan Ayah Teladan (GATE), Taman Asuh Anak (Tamasya) atau Daycare unggul di lembaga pemerintahan dan swasta, serta AI Super Apps tentang keluarga.

Baca juga: Pengukuhan Duta Orangtua Hebat Nasional, Upaya BKKBN Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com