Wamendukbangga/BKKBN Pastikan Program Genting di Lampung Tepat Sasaran

Kompas.com - 21/12/2024, 16:42 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana Nasional (Wamendukbangga/ BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memastikan pelaksanaan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) berjalan sesuai sasaran.

Hal tersebut disampaikan Ratu Ayu saat meninjau pelaksanaan program Genting di Desa Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, Jumat (20/12/2024).

“Kami tidak ingin program ini hanya menjadi seremoni semata. Evaluasi dan pemantauan harus terus dilakukan untuk memastikan semua berjalan sesuai yang diinginkan,” ujar Isyana dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).

Untuk diketahui, program Genting yang diluncurkan awal Desember oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, bertujuan menekan angka stunting dengan melibatkan para orang tua asuh. 

Baca juga: Lewat “Oke Gas Magis Karimata”, BKKBN Kalbar Cegah Stunting di Kepulauan Karimata

Selain mendukung upaya pencegahan stunting, lprogram Genting sejalan dengan Asta Cita Ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, yakni membangun SDM unggul. Dok. BKKBN Selain mendukung upaya pencegahan stunting, lprogram Genting sejalan dengan Asta Cita Ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, yakni membangun SDM unggul. 

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai Generasi Emas 2045.

Adapun program Genting dikembangkan dengan menggunakan data berbasis “by name by address” yang diperbarui setiap tahun oleh

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. 

Data tersebut memungkinkan bantuan lebih tepat sasaran, sehingga masyarakat yang ingin menjadi orang tua asuh dapat berkontribusi secara efektif.

Selain mendukung upaya pencegahan stunting, lanjut Isyana, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, yakni membangun SDM unggul. 

Baca juga: Pengukuhan Duta Orangtua Hebat Nasional, Upaya BKKBN Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak

“Pencegahan stunting adalah bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” kata Isyana

Dalam kunjungan kali ini, Isyana menemui tiga keluarga risiko stunting (KRS), termasuk balita dengan berat dan tinggi badan di bawah standar. Ia juga menemui dua ibu hamil dengan lingkar lengan atas (lila) dan kadar hemoglobin (Hb) rendah. 

Isyana menilai, intervensi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan hal krusial.

“1.000 HPK merupakan periode yang sangat penting dalam kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun. Itu sebabnya pencegahan stunting sangat krusial dilakukan dalam periode ini,” imbuh Isyana.

 

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com