Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

Kompas.com - 16/10/2025, 11:43 WIB
Fikriyyah Luthfiatuzzahra,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( PP Kammi) menyoroti pelantikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional ( Bapanas).

Kammi menilai, langkah tersebut memiliki implikasi besar terhadap arah tata kelola pangan nasional, sehingga independensi dan keberlanjutan kebijakan pangan perlu dijaga agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antar-lembaga.

Ketua Umum PP Kammi Ahmad Jundi mengatakan, momentum pelantikan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran Bapanas sebagai pengendali, pengkoordinasi, dan pengawas kebijakan pangan nasional, bukan sekadar pelengkap dalam struktur pertanian.

“Kami berharap pelantikan ini tidak mengaburkan fungsi Bapanas sebagai pengendali kebijakan pangan lintas sektor. Justru sebaliknya, harus menjadi momentum memperkuat koordinasi antarlembaga agar kebijakan pangan tidak tumpang tindih dan lebih berpihak pada rakyat,” ujar Jundi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/10/2025).

Baca juga: Tugas Khusus Mentan Amran Sebagai Kepala Bapanas: Swasembada Secepatnya...

Menurutnya, Bapanas memiliki mandat penting untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas harga pangan nasional melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Oleh karena itu, meski jabatan Kepala Bapanas kini dirangkap oleh Menteri Pertanian, Jundi menegaskan pentingnya menjaga fungsi kontrol dan independensi antar-sektor agar kebijakan tetap objektif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Pangan bukan sekadar urusan tanam dan panen. Ini soal tata kelola, distribusi, dan keadilan ekonomi bagi petani kecil. Bila Bapanas tidak mampu menjaga keseimbangan ini, maka rakyat tetap akan menjadi korban fluktuasi harga dan kebijakan jangka pendek,” tegasnya.

PP Kammi menilai bahwa penguatan kelembagaan dan transparansi data pangan menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan sejati. 

Pemerintah juga perlu memperkuat sinergi antar-kementerian dan membuka ruang partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan pangan.

Baca juga: Istana Ungkap Alasan Arief Prasetyo Diberhentikan dari Jabatan Kepala Bapanas

Menurut Jundi, Gerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal agar kebijakan pangan berjalan sesuai amanat konstitusi yaitu menyejahterakan petani dan memenuhi kebutuhan rakyat secara berkeadilan.

“Pelantikan ini harus dibaca bukan sebagai penyatuan kekuasaan, melainkan sebagai ujian bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen pada tata kelola pangan yang profesional, transparan, dan berpihak kepada rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kammi Aulia Furqon menambahkan, keberlanjutan kebijakan pangan juga harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan. 

Ia mengingatkan, kedaulatan pangan tidak akan tercapai bila kebijakan yang diambil justru mendorong eksploitasi lahan dan sumber daya alam secara berlebihan.

“Kedaulatan pangan tidak bisa dicapai jika alam terus dieksploitasi tanpa kendali,” ujar Aulia.

Baca juga: Amran Sulaiman Rangkap Jabatan Mentan dan Kepala Bapanas, Ini Jawaban Istana

 

Terkini Lainnya
Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

Produksi Beras Nasional Naik, Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

BAPANAS
Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

Amran Sulaiman Dilantik Jadi Kepala Bapanas, PP Kammi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keberlanjutan

BAPANAS
Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

Mentan Amran Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman meski Ada Kios Nakal

BAPANAS
Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

Rugikan Petani Hingga Rp 600 Miliar, 2.039 Kios Pupuk Bakal Dicabut Izinnya oleh Kementan

BAPANAS
Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog dan Bapanas Menstabilkan Harga Beras

BAPANAS
Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

Meski Mayoritas Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Bulog Pastikan Intervensi Pasar untuk Stabilisasi Harga

BAPANAS
Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

Serapan Gabah dan Beras Capai 2,1 Juta Ton, Bulog Pastikan Kualitas CBP Terjaga Optimal

BAPANAS
Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

Dorong Percepatan Tanam di Indramayu, Kementan Pastikan Alsintan, Benih, dan Irigasi Bergerak Serempak

BAPANAS
Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

BAPANAS
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Dukung Pencapaian Swasembada Pangan

BAPANAS
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan, Kementan dan Bulog Pantau Operasi Pasar di Magelang

BAPANAS
Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

Dari NTT, Implementasi Perpres Percepatan Penganekaragaman Pangan Lokal Dimulai

BAPANAS
Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

Pada IAF 2024, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Elaborasi Peran Aktif Indonesia dalam Perkuat Ketahanan Pangan Global

BAPANAS
Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

Presiden Jokowi Terima Agricola Medal, Bapanas Terus Jaga Sinergi Ketahanan Pangan

BAPANAS
Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

Bapanas Luncurkan Genius 2024, Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

BAPANAS
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com