Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Kompas.com - 27/06/2025, 11:15 WIB
Aningtias Jatmika,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/ BKKBN) menggelar Kirab Bangga Kencana sebagai bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-32 2025.

Kegiatan itu menjadi sarana sosialisasi program Bangga Kencana, pencegahan stunting, serta pengenalan lima program prioritas atau quick wins kementerian.

“Kirab Bangga Kencana merupakan rangkaian kegiatan untuk mengampanyekan lima quick wins di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/6/2025).

Kirab yang dimulai pada Senin (23/6/2025) di berbagai provinsi itu mencapai puncaknya pada Kamis (26/6/2025).

Peserta kirab yang terdiri dari penyuluh KB (PKB/PLKB), kader institusi masyarakat pedesaan (IMP), remaja Pusat Informasi Konseling (PIK), Generasi Berencana (GenRe), Saka Kencana, serta mitra lainnya tiba di kantor pusat Kemendukbangga/BKKBN Jakarta.

Baca juga: Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Mereka melakukan konvoi kendaraan dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta.

Dengan menggunakan sepeda motor operasional, mobil unit penerangan (Mupen), dan kendaraan dinas lainnya, iring-iringan peserta disambut meriah oleh menteri, wakil menteri, serta jajaran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN.

Setibanya di lokasi, acara diawali dengan penyerahan pataka dari masing-masing regional kepada Menteri Wihaji yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tarian Wonderful Indonesia, pemutaran video dokumenter perjalanan kirab, penyerahan sertifikat, pemberian bantuan untuk keluarga berisiko stunting, dan apresiasi pemenang lomba Harganas ke-32.

Acara semakin meriah dengan sesi hiburan dan pembagian doorprize. Acara ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi nasional antar-pelaksana program Bangga Kencana dari seluruh Indonesia.

Wihaji berharap, acara tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pelaksana serta mitra program dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Mari kita wujudkan tambang kemanusiaan dengan pendekatan baru, meninggalkan cara-cara lama demi menciptakan generasi emas di masa depan,” ucapnya.

Ketahanan keluarga pilar Indonesia Emas

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya percaya bahwa keluarga adalah kekuatan. Negara akan baik-baik saja jika keluarga kita baik. Jadi, keluarga adalah kekuatan utama dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-32.Kemendukbangga/BKKBN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-32.

Ia juga menyebut para Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan penyuluh sebagai pahlawan keluarga yang bekerja di garis depan demi menciptakan keluarga sejahtera dan generasi unggul.

Baca juga: BKKBN Buka Program Magang 2025 bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ini Syarat dan Jadwalnya

Wihaji juga menyampaikan apresiasinya atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengubah status BKKBN menjadi kementerian. Menurutnya, perubahan nomenklatur ini menegaskan bahwa isu keluarga kini menjadi perhatian strategis nasional.

“Transformasi ini harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan cara kerja. Kirab Bangga Kencana adalah bagian dari kampanye transformasi itu. Presiden sangat fokus terhadap tugas-tugas Kemendukbangga, artinya beliau serius mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujar Wihaji.

Program prioritas

Dalam kirab itu diusung pula lima pataka yang mewakili program prioritas kementerian, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), dan pengembangan SuperApps keluarga.

Kelima pataka tersebut sebelumnya diarak dari lima regional utama di Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi-Papua, Nusa Tenggara-Bali, dan Jawa, sebelum bertemu di Jakarta sebagai simbol sinergi nasional.

Salah satu isu utama dalam program quick wins adalah penanganan stunting. Terkait hal ini, Wihaji menegaskan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Itu adalah masa krusial untuk menurunkan prevalensi stunting. Saat ini, prevalensi kita berada di angka 19,8 persen, turun dari sebelumnya 21,5 persen,” jelas Wihaji.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Ratna Juita Razak juga melaporkan berbagai program yang telah dilakukan kementerian selama rangkaian Harganas ke-32.

“Program itu antara lain 1.551 kegiatan Genting/Makan Bergizi Gratis (MBG), dua bedah rumah, 1.234 pelayanan KB, 30 kegiatan GATI, 51 kegiatan Tamasya, dan 32 kegiatan Sidaya,” ucap Ratna.

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com