Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Kompas.com - 24/06/2025, 11:05 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyelenggarakan program Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Pelayanan KB serentak itu digelar untuk menyambut Hari Keluarga Nasional ( Harganas) ke-32 yang diperingati setiap 29 Juni. Pelayanan ini akan dilaksanakan pada 16-30 Juni 2025. 

Kegiatan tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan penggunaan kontrasepsi bagi pasangan usia subur (PUS) serta mendekatkan akses layanan KB, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah sulit dijangkau.

Salah satu wilayah yang terjangkau adalah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan pulau paling selatan Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, pelayanan KB serentak ini ditargetkan menjangkau 1 juta akseptor atau warga Indonesia yang menerima layanan KB.

Baca juga: DPR: Masyarakat Harus Ubah Mindset, BKKBN Tak Lagi Fokus Kontrasepsi, tapi...

"Pelayanan ini akan berlangsung selama dua minggu dan menargetkan 1 juta warga Indonesia yang kita layani dalam program KB," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (24/6/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji dalam acara Puncak Pelayanan KB Serentak di Kabupaten Rote Ndao, Senin (23/6/2025).

Ia menegaskan, pemilihan Rote Ndao sebagai lokasi puncak kegiatan menjadi simbol bahwa layanan KB harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Pelayanan KB kali ini juga difokuskan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar ( 3T).

"Rote Ndao termasuk di dalamnya karena merupakan pulau paling selatan untuk wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Australia,” kata Wihaji.

Ia juga menyampaikan bahwa selama rangkaian Harganas, BKKBN akan meluncurkan berbagai program, termasuk pelayanan kontrasepsi di seluruh wilayah 3T.

“Maka, tadi kami bersama-sama dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote melakukan teleconference," terang Wihaji.

Baca juga: Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Kegiatan di Rote Ndao diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah dan mitra kerja yang terlibat untuk bersama-sama menurunkan total fertility rate (TFR) di wilayah tersebut.

Saat ini, TFR di Rote Ndao masih berada di angka 3,04 dan prevalensi stunting masih tinggi, yakni sebesar 32,4 persen.

Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 menunjukkan bahwa prevalensi penggunaan kontrasepsi modern atau modern contraceptive prevalence rate (mCPR) secara nasional baru mencapai 61,7 persen dari target 63,4 persen. Terdapat 10 provinsi yang belum mencapai target tersebut.

Sementara itu, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) mencapai 11,1 persen, lebih tinggi dari target 2024 sebesar 7,4 persen. Sebanyak 13 provinsi belum memenuhi target tersebut.

Namun demikian, capaian pasangan usia subur dengan kehamilan risiko tinggi (4Terlalu) sudah melampaui target, dengan realisasi 28,3 persen dari target 36 persen.

Baca juga: BKKBN Buka Program Magang 2025 bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ini Syarat dan Jadwalnya

Meski begitu, masih terdapat 14 provinsi yang mengalami kenaikan dibandingkan 2023.

Konsorsium aksi perguruan tinggi

Pelayanan KB serentak juga menjadi momen peluncuran Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting di NTT.

Provinsi NTT memiliki prevalensi stunting tertinggi secara nasional, yakni 37,0 persen. Konsorsium ini telah merancang sejumlah aksi inovatif, seperti penyediaan teknologi air bersih, pengolahan pangan lokal bergizi, serta edukasi dan pendampingan gizi masyarakat.

Baca juga: Vasektomi Tak Bisa Dikampanyekan, Kepala BKKBN Tegaskan Patuh pada Fatwa MUI

Tahap awal program tersebut akan menyasar tiga kabupaten/kota, yaitu Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Manggarai Timur.

Wihaji menyebut, program itu merupakan hasil kerja sama dengan 15 perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Ide dan gagasan dari perguruan tinggi, pembiayaan dari kementerian dan pemangku kepentingan lain, termasuk korporasi,” jelasnya.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman menambahkan, konsorsium akan digawangi empat kampus besar, yaitu Universitas Nusa Cendana, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Katolik Widya Mandira.

Baca juga: Wamen BKKBN Mengecam Segala Bentuk Kekerasan Seksual pada Perempuan

Konsorsium itu akan menggulirkan 13 program rancangan aksi, salah satunya adalah pengembangan 13 platform digital terpadu dan inovasi model keberlanjutan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kehadiran langsung Menteri BKKBN di Rote Ndao dapat membangun ikatan emosional antara pusat dan daerah serta mendorong penanganan prioritas daerah.

“Diharapkan apa yang menjadi permasalahan di daerah ini dapat menjadi prioritas dalam program-program kementerian ke depan,” katanya.

Baca juga: Wamen BKKBN Pamer Program MBG dalam Sidang di Markas Besar PBB

Emanuel juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mengelola keuangan agar anak-anak tumbuh lebih sehat, cerdas, dan kuat.

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com