MUKP di Papua Selatan Naik, Kepala BKKBN Optimistis Angka Stunting Bisa Turun

Kompas.com - 08/12/2023, 12:37 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Merauke pada Rabu (6/12/2023). DOK. Humas BKKBN Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Merauke pada Rabu (6/12/2023).

 

 

KOMPAS.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) dr Hasto Wardoyo optimistis Provinsi Papua Selatan dapat menurunkan angka  stunting

Menurutnya, ada beberapa indikator yang menjadi pertimbangan, salah satunya median usia kawin pertama (MUKP) perempuan yang naik dari rata-rata usia 20,9 pada 2022 menjadi usia 23,0 pada 2023. Adapun BKKBN menetapkan MUKP perempuan di Indonesia adalah 22 tahun pada 2022.  

Hal itu menunjukkan Provinsi Papua Selatan memiliki tren positif atau terjadi penurunan angka stunting

“Usia kawin muda membuat angka stunting tinggi di wilayah Asmat dan Mappi masih cukup tinggi,” ujar dr Hasto. 

Dia mengatakan itu saat mengukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Merauke pada Rabu (6/12/2023).

Baca juga: Canangkan 12 Kampung KB di Papua Selatan, Kepala BKKBN: Wujudkan Keluarga Kecil Berkualitas

“Untuk itu, Pj Gubernur Papua Selatan bisa memberikan dorongan lebih kuat agar angka kawin muda di dua daerah tersebut dapat ditekan," katanya dalam siaran pers.

Pada kesempatan itu, Apolo mengatakan, pihaknya bersama jajaran pejabat pemerintah provinsi (pemprov) dan kabupaten di Papua Selatan berupaya keras menurunkan prevalensi stunting dan mengejar target prevalensi 14 persen pada 2024.

Apolo menyebutkan, untuk mengejar target sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, pihaknya melakukan tiga langkah, yaitu promotif, preventif, dan kuratif.

“Tugas utama dari Pj Gubernur adalah menekan angka stunting dan mengejar target 14 persen pada 2024,” ujarnya. 

Langkah-langkah promotif yang dilakukan, yakni pelayanan kesehatan lebih mengutamakan promosi kesehatan.

Selanjutnya, langkah preventif dilakukan dengan menggelar kegiatan pencegahan terhadap hal-hal yang menganggu kesehatan.

Baca juga: Sukses Implementasikan Siga, BKKBN Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2023 dari BPS

Kemudian, langkah kuratif dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengobati.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Nerius Auparai mengatakan, pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting merupakan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di wilayah Papua Selatan. 

"Dengan dikukuhkannya Bapak Pj Gubernur Papua Selatan sebagai BAAS, maka daya dorong penurunan angka stunting akan tercapai,” ujarnya. 

Nerius mengatakan, BAAS adalah bentuk intervensi langsung kepada keluarga yang berisiko stunting.

Pada kesempatan itu, dr Hasto Wardoyo juga mengukuhkan enam pejabat menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.

Keenam pejabat itu, yakni Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua Selatan Sunarjo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke Yeremias Paulus Ruben Ndiken, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Selatan Ulmi Listianingsih Wayeni.

Baca juga: BKKBN Terima Kunjungan UNFPA, Diskusikan Isu Stunting hingga Perempuan

Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Boven Digoel, Pilemon Tabuni, Inspektur Daerah Provinsi Papua Selatan, Sucahyo Agung, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Kabupaten Merauke. 

Terkini Lainnya
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025
BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua
BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting
BKKBN
Inovasi Oke Gas Magis Karimata Kreasikan Cegah Stunting dari Hulu dan Dorong Ketahanan Pangan
Inovasi Oke Gas Magis Karimata Kreasikan Cegah Stunting dari Hulu dan Dorong Ketahanan Pangan
BKKBN
Wamendukbangga/BKKBN Pastikan Program Genting di Lampung Tepat Sasaran
Wamendukbangga/BKKBN Pastikan Program Genting di Lampung Tepat Sasaran
BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Luncurkan Logo baru, Wihaji: Simbol Semangat Baru
Kemendukbangga/BKKBN Luncurkan Logo baru, Wihaji: Simbol Semangat Baru
BKKBN
Lewat “Oke Gas Magis Karimata”, BKKBN Kalbar Cegah Stunting di Kepulauan Karimata
Lewat “Oke Gas Magis Karimata”, BKKBN Kalbar Cegah Stunting di Kepulauan Karimata
BKKBN
Pengukuhan Duta Orangtua Hebat Nasional, Upaya BKKBN Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak
Pengukuhan Duta Orangtua Hebat Nasional, Upaya BKKBN Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak
BKKBN
Menginap di Rumah Warga Keluarga Berisiko
Menginap di Rumah Warga Keluarga Berisiko "Stunting", Menteri Wihaji Ingin Identifikasi Langsung Penyebab "Stunting"
BKKBN
Strategi Pembangunan Demografi di Kalbar, BKKBN: Tujuannya Capai Kesejahteraan Masyarakat
Strategi Pembangunan Demografi di Kalbar, BKKBN: Tujuannya Capai Kesejahteraan Masyarakat
BKKBN
Kepala BKKBN Ajak Lintas Sektor Masifkan Intervensi Percepatan Penurunan Stunting di Nabire
Kepala BKKBN Ajak Lintas Sektor Masifkan Intervensi Percepatan Penurunan Stunting di Nabire
BKKBN
Soal Penurunan Stunting di Papua Tengah, Dokter Hasto: Perlu Komitmen Semua Pihak
Soal Penurunan Stunting di Papua Tengah, Dokter Hasto: Perlu Komitmen Semua Pihak
BKKBN
Kehamilan Ideal Usia 20-35 Tahun, Kepala BKKBN Ungkap Alasannya
Kehamilan Ideal Usia 20-35 Tahun, Kepala BKKBN Ungkap Alasannya
BKKBN
Kepala BKKBN Beberkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting yang Fokus pada 3 Pendekatan 
Kepala BKKBN Beberkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting yang Fokus pada 3 Pendekatan 
BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke