BPDPKS bersama Ditjenbun dan IPB Gelar Pelatihan Teknis Budi Daya di Sumut, Diikuti 75 Petani Sawit

Kompas.com - 13/06/2024, 10:14 WIB
Ikhsan Fatkhurrohman Dahlan,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.comPelatihan Teknis Budi Daya Kelapa Sawit di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah sukses digelar pada 30 April-4 Mei 2024. Pelatihan ini dilangsungkan di Hotel Grand Dhika, Medan dengan diikuti oleh kurang lebih 75 pekebun dari Kabupaten Asahan.

Program ini merupakan bagian dari pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) Training.

Acara pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Kristina Nadeak dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Banua Pane. 

Dalam sambutannya, kedua orang tersebut menekankan pentingnya memperhatikan dan menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan pada kebun sawit masing-masing. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit.

Baca juga: Gelar Refleksi 9 Tahun, BPDPKS Siap Sambut Tantangan Baru untuk Sawit Berkelanjutan

Sementara itu, perwakilan dari IPB Hariyadi menerangkan, pelatihan terdiri dari tiga kelas dengan masing-masing kelas diisi oleh 25 petani sawit. Di samping itu, pada pelatihan ini, mereka ditargetkan mampu memiliki tiga tujuan setelah pelatihan. 

Tujuan pertama, kata Hariyadi, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang persiapan benih atau bahan tanam, lahan, tanam, serta penanaman. Kedua, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan tanaman di tingkat petani sawit. 

“Serta ketiga, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sawit tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT),” ujar Hariyadi dalam keterangan persnya, Rabu (12/6/2024).

Secara keseluruhan, pelatihan ini merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam budi daya kelapa sawit di Kabupaten Asahan dan Provinsi Sumut.

Baca juga: Riset yang Didanai BPDPKS Diyakini Jadi “Problem Solving” Industri Sawit

Pelatihan ini juga memberikan wawasan praktis dan pengetahuan baru yang siap diaplikasikan oleh para pekebun dalam menghadapi tantanganpada masa depan dalam komoditas kelapa sawit.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah (pemda), lembaga pendidikan seperti IPB, dan komitmen para petani, diharapkan peningkatan yang signifikan dalam produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di wilayah tersebut dapat tercapai. 

Adapun modul pelatihan ini, di antaranya berkaitan dengan  regulasi dan kebijakan, persiapan, benih dan bahan tanam, persiapan lahan penanaman, pemeliharaan tanaman, baik tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), pengendalian OPT (hama, penyakit, dan gulma).

Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Adolina. Kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan praktis mengenai kegiatan budi daya dan pembenihan kelapa sawit di industri.

Baca juga: Sejahterakan Pekebun, BPDPKS Dukung Kenaikan Pendanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Dalam kunjungan ini, acara dimulai dengan sambutan dari Manajer Balai Benih Kelapa Sawit PTPN IV Adolina Mahmud Irfan Lubis dan disambung perwakilan Tim Trainer IPB Hariyadi.

Kemudian, peserta diajak melihat langsung proses penyerbukan terkontrol, memilih benih berkualitas, serta mengenali ciri-ciri buah jantan dan betina yang baik. Mereka juga diperkenalkan pada mesin-mesin dan teknologi modern yang digunakan dalam pengolahan benih hingga siap jual.

Selain itu, peserta juga mengunjungi kebun tanaman yang belum menghasilkan dan yang sudah menghasilkan. Di tempat ini, mereka berdiskusi tentang pengalaman di kebun masing-masing.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com