Gelar "Refleksi 9 Tahun", BPDPKS Siap Sambut Tantangan Baru untuk Sawit Berkelanjutan

Kompas.com - 12/06/2024, 13:32 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar acara "Refleksi 9 Tahun" di Ruang Rapat Nusantara I, Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama (Dirut) BPDPKS Eddy Abdurrachman mengatakan bahwa BPDPKS siap menghadapi tantangan ke depan dengan semangat baru dan refleksi mendalam atas perjalanan sembilan tahun.

“BPDPKS juga terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi industri kelapa sawit dan masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip dari laman bpdp.or.id, Rabu (12/6/2024).

Baca juga: Riset yang Didanai BPDPKS Diyakini Jadi “Problem Solving” Industri Sawit

Direktur Utama (Dirut) BPDPKS Eddy Abdurrachman saat memberikan keynote speech dan membuka secara resmi acara Refleksi 9 Tahun. DOK. BPDPKS Direktur Utama (Dirut) BPDPKS Eddy Abdurrachman saat memberikan keynote speech dan membuka secara resmi acara Refleksi 9 Tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat memberikan keynote speech dan membuka secara resmi acara Refleksi 9 Tahun. Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPDPKS dan anggotanya, Dirut BPDPKS beserta jajaran direksi, kepala divisi, serta seluruh pegawai BPDPKS.

Di samping itu, hadir pula undangan penting dari Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI), Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU), dan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pertanian (Kementan).

Selain Eddy Abdurrachman, acara Refleksi 9 Tahun juga dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko (KUKMR) Zaid Burhan Ibrahim yang mengucapkan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran semua pihak.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR Apresiasi KPK Hanya Minta Tambah Anggaran Rp 117 M

"Pertama-tama, marilah kita bersyukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul dalam acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antara dewan pengawas, pimpinan BPDPKS, pegawai, dan para stakeholder,” ucapnya.

Menurut Zaid, Refleksi 9 Tahun BPDPKS tak hanya sekadar momen evaluasi, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut tantangan pada masa depan.

Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya refleksi sebagai proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengingat kembali tujuan awal pembentukan BPDPKS.

"Setiap elemen BPDPKS harus memiliki visi dan misi yang sejalan dengan tujuan organisasi agar BPDPKS tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga menjadi organisasi yang modern, kuat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta stakeholder," imbuh Zaid.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Perikanan, Kementerian KP Jalin Sinergi dan Kolaborasi dengan Stakeholder

Acara Refleksi 9 Tahun di Ruang Rapat Nusantara I, Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Senin (10/6/2024). DOK. BPDPKS Acara Refleksi 9 Tahun di Ruang Rapat Nusantara I, Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Selain itu, kegiatan refleksi ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara dewan pengawas, direksi BPDPKS, pembina teknis, pembina keuangan, pembina kepegawaian, serta seluruh pegawai BPDPKS.

"Hubungan yang kuat diharapkan bisa menumbuhkan chemistry dalam menyelesaikan segala hambatan pada masa depan," kata Zaid.

Momen istimewa dalam acara tersebut adalah pengumuman bahwa Refleksi 1 Dekade BPDPKS tahun 2025 akan dilaksanakan di kantor baru, tepatnya di Gedung Surachman Tjokrodisurjo.

"Tahun depan, pada Refleksi 1 Dekade BPDPKS, kita akan melakukannya di kantor baru yang tentunya akan membawa suasana dan semangat baru untuk menjadikan BPDPKS lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," imbuhnya.

Baca juga: Riset yang Didanai BPDPKS Diyakini Jadi “Problem Solving” Industri Sawit

Acara tersebut diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dan harapan agar koordinasi antara BPDPKS, dewan pengawas, kantor pusat DJPB, dan stakeholder terus terjalin dengan baik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com