Giatkan Masyarakat Menulis, Kepala Perpusnas Apresiasi Bupati Magetan

Kompas.com - 31/12/2019, 10:47 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengapresiasi Bupati Magetan Suprawoto yang sukses menggiatkan masyarakat untuk menulis.

Syarif Bando menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri Sarasehan Literasi dan Peluncuran Pameran Buku hasil karya masyarakat Magetan.

Acara yang meluncurkan 450 buku karya 328 penulis dari berbagai latar belakang keilmuan itu digelar di Pendopo Surya Grha, Senin (30/12/2019).

Sebanyak 450 buku itu juga telah menjadi koleksi Perpustakaan Umum Magetan sehingga siapa saja bisa membacanya.

Sesuai arahan Kepala Perpusnas

Apa yang Suprawoto lakukan memang sejalan dengan arahan Kepala Perpusnas kepada kepala daerah untuk mendorong penulis lokal mengangkat konten di daerahnya.

Konten itu seperti adat budaya, sejarah, hingga potensi sumber daya daerah yang tentu akan semakin melengkapi koleksi umum di perpustakaan daerah.

“Dengan begitu, masyarakat tidak hanya pintar, tetapi memiliki akar budaya daerah yang kuat,” ujar Syarif Bando dalam keterangan tertulis (31/12/2019).

Ia melanjutkan, masyarakat pun akan memiliki kemampuan untuk bisa mengolah dan mengembangkan potensi di daerahnya.

Baca juga: Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa

Saat berkunjung ke daerah, Kepala Perpusnas memang selalu mengajak para kepala daerah untuk mendorong penulis lokal dan masyarakat untuk memberi sumbangsih pemikirannya tentang kearifan lokal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas tidak hanya meresmikan Gedung Perpustakaan Umum.

Ia juga menyerahkan satu unit mobil perpustakaan keliling kepada Perpustakaan Umum Kabupaten Magetan untuk menunjang kebutuhan informasi dan pengetahuan masyarakat.

Syarif Bando turut mengukuhkan istri Bupati Magetan Titik Sudiarti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Magetan periode 2019-2024.

Tingkatkan kualitas hidup dengan perpustakaan

Sementara itu menurut Suprawoto, perpustakaan merupakan hak semua masyarakat sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup.

“Maka dari itu perpustakaan umum kami bangun agar bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja,” imbuh dia.

Ia pun percaya kemampuan literasi di Magetan akan membaik seiring dengan meningkatnya kegemaran membaca di sana.

Guna mewujudkan hal itu, Suprawoto berencana akan mengembangkan sejumlah ruang publik, lengkap dengan fasilitas untuk menunjang para penulis.

Baca juga: Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan

"Saya berharap dapat membawa Kabupaten Magetan menjadi destinasi wisata literasi,” kata Bupati Magetan.

Maksud pernyataan Suprawoto adalah, setiap orang yang datang ke Magetan akan mendapat inspirasi untuk diwujudkan dalam sebuah karya tulisan.

Terkini Lainnya
Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com