Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Anggara Wikan Prasetya
Kompas.com - Rabu, 4 Desember 2019
Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando foto bersama Pustakawan Ahli Utama, yaitu Titiek Kismiyati (Perpustakaan Nasional RI) dan Sudjono di Aula Perpustakaan Nasional RI, Salemba, Senin (2/12/2019).PERPUSNAS/RADEN RADITYA Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando foto bersama Pustakawan Ahli Utama, yaitu Titiek Kismiyati (Perpustakaan Nasional RI) dan Sudjono di Aula Perpustakaan Nasional RI, Salemba, Senin (2/12/2019).


KOMPAS.com – Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional ( Perpusnas) RI, Titiek Kismiyati mengatakan data merupakan bagian penting dalam pengembangan perpustakaan

“Data telah menjadi satu bahasan menarik dalam dunia informasi dan perpustakaan,” ujar Titiek saat pidato Pengukuhan Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Senin (2/12/2019) dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pidato bertema Repositori Data Nasional: Tantangan Baru Pengembangan Koleksi Perpustakaan itu, data dipandang sebagai sumber lain yang dapat melengkapi koleksi perpustakaan.

“Di satu sisi, data dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi yang dapat membantu pengembangan pengetahuan melalui riset. Namun, data juga adalah sumber yang dapat diolah menjadi informasi,” ujar Titiek.

Baca juga: Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan

Oleh karena itu, imbuh dia, membangun repositori data merupakan sebuah hal yang akan menjadi tonggak baru di Perpustakaan Nasional.

“Ini sejalan dengan apa yang sedang terjadi. Data menjadi bagian penting dari proses kehidupan dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat seperti informasi,” sambung Titiek.

Langkah Perpusnas bangun repositori data nasional

Titiek pun mengungkapkan langkah yang harus ditempuh Perpusnas untuk membangun repositori data nasional.

“Di antaranya, perlu menyiapkan perangkat pengelolaan atau aplikasi repositori data dan sumber data yang akan disediakan dalam repositori data tersebut,” ujar Titiek.

Ia melanjutkan, nantinya set data hasil peneliti yang diserahkan ke perpustakaan bisa diolah menjadi data atau informasi baru.

Baca juga: Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku

“Membangun data repositori sejalan dengan misi perpustakaan sebagai media yang dapat mencerahkan bangsa,” imbuh Pustakawan Ahli Utama itu.

Ia meyakini Perpusnas mampu mengawali pembangunan pusat data nasional atau repositori data.

“Format data memang beragam, tetapi yang terpenting adalah bagaimana orang dapat memahami dan membacanya sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbuh Titiek.

Tumbuhkan minat baca masyarakat di era milenial

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Sudjono mengambil tema pidato yang berbeda, yakni Inovasi Peran Perpustakaan dan Pustakawan dalam Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat di Era Milenial.

Menurut Sudjono, untuk mencapai masyarakat yang memiliki budaya baca, perlu usaha pembinaan minat baca yang dilakukan secara terus menerus melalui berbagai jalur.

“Usaha ini akan berhasil jika dilakukan bersama melalui jalur keluarga, sekolah, perpustakaan, masyarakat dan pemerintah,” imbuh mantan Penanggung jawab Bupati Nganjuk itu.

Baca juga: Perpusnas Rampungkan Seleksi Pustakawan Utama, Ini Tugasnya

Sidang Terbuka Pengukuhan Pustakawan Ahli Utama tersebut memang ditujukan untuk Titiek Kismiyati dan Sudjono.

Hadir sebagai Ketua Sidang Pengukuhan, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando. ( PERPUSNAS/WARA MERDEKAWATI)

PenulisAnggara Wikan Prasetya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Giatkan Masyarakat Menulis, Kepala Perpusnas Apresiasi Bupati Magetan
Giatkan Masyarakat Menulis, Kepala Perpusnas Apresiasi Bupati Magetan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa
Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan
Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wagub Emil Minta Pustakawan Menjadi Lebih Humanis
Wagub Emil Minta Pustakawan Menjadi Lebih Humanis
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku
Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Perpustakaan Masa Kini Tak Lagi Harus Dikunjungi tapi Mengunjungi
Perpustakaan Masa Kini Tak Lagi Harus Dikunjungi tapi Mengunjungi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Perpusnas Rampungkan Seleksi Pustakawan Utama, Ini Tugasnya
Perpusnas Rampungkan Seleksi Pustakawan Utama, Ini Tugasnya
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Naikan Anggaran Dispursip Tiap Tahun, Gubernur Kalsel Diapresiasi Perpusnas
Naikan Anggaran Dispursip Tiap Tahun, Gubernur Kalsel Diapresiasi Perpusnas
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus
Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Dukung Pembangunan SDM, Perpusnas Resmikan Nagekeo Jadi Kabupaten Literasi
Dukung Pembangunan SDM, Perpusnas Resmikan Nagekeo Jadi Kabupaten Literasi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Lemhanas, Perpusnas dan UT Bersinergi Kembangkan Perpustakaan
Lemhanas, Perpusnas dan UT Bersinergi Kembangkan Perpustakaan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wisata Literasi Nasional, Upaya Tingkatkan Mutu SDM
Wisata Literasi Nasional, Upaya Tingkatkan Mutu SDM
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Agar Naskah Kuno Lestari, Paradigma Perpustakaan Harus Bertransformasi
Agar Naskah Kuno Lestari, Paradigma Perpustakaan Harus Bertransformasi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Melestarikan Naskah Batak Lewat Festival Naskah Nusantara 2019
Melestarikan Naskah Batak Lewat Festival Naskah Nusantara 2019
Perpustakaan dan Kepustakawanan