Lemhanas, Perpusnas dan UT Bersinergi Kembangkan Perpustakaan

Mikhael Gewati
Kompas.com - Rabu, 11 September 2019
Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo (kiri) bersama Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kanan) menunjukkan Nota Kesepahaman atau MuO yang baru mereka tandatangani kepada wartawan di kantor Lemhannas, Selasa (10/9/2019). DOK. Humas Perpustakaan Nasional Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo (kiri) bersama Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kanan) menunjukkan Nota Kesepahaman atau MuO yang baru mereka tandatangani kepada wartawan di kantor Lemhannas, Selasa (10/9/2019).


KOMPAS.com-
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Universitas Terbuka (UT) sepakat bersinergi mengembangkan perpustakaan sebagai modal ketahanan nasional.

Ketiga lembaga itu mewujudkannya dengan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding ( MoU) di Lemhannas, Selasa (10/9/2019).

Hadir dalam penandatanganan MoU itu Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, dan Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat.

“Sinergi antarlembaga merupakan satu upaya dalam memperkuat wawasan kebangsaan sebagai prasyarat utama terwujudnya ketahanan nasional yang tangguh,” sebut Agus, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut Agus menjelaskan MoU pihaknya dengan Perpusnas memiliki tiga tujuan penting.

Baca juga: Perpusnas: Masyarakat Harus Dapat Kemudahan Mengakses Perpustakaan

Pertama, menjalin kemitraan untuk memperluas jejaring perpustakaan melalui repositori digital IOS, kedua pemanfaatan fasilitas, dan ketiga penghimpunan karya cetak serta karya rekam publikasi ilmiah.

Gubernur Lemhannas berharap MOU ini dapat diimplementasikan secara nyata dan konsisten sesuai ruang lingkupnya.

Disisi lain Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan paradigma perpustakaan saat ini sudah berubah. Perpustakaan pun harus menjangkau masyarakat.

“Sehingga tersedia informasi-informasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkap Syarif Bando.

Guna mempermudah akses masyarakat terhadap perpustakaan, lanjut Syarif Bando, Perpusnas telah mengembangkan tiga aplikasi digital.

Pertama, Indonesia One Search (IOS) sebagai repositori koleksi perpustakaan seluruh Indonesia. Kedua, Khasanah Nusantara (Khastara) yang berisi koleksi manuskrip-manuskrip, dan ketiga aplikasi iPusnas. (Eka Purniawati/Perpusnas)

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan
Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Perpustakaan dan Kepustakawanan