Melestarikan Naskah Batak Lewat Festival Naskah Nusantara 2019

Kompas.com - 19/08/2019, 20:37 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Sebagai salah satu suku di Indonesia, Batak memiliki banyak budaya peninggalan para leluhur, termasuk tradisi pernaskahan.

“Banyak filosofi naskah Batak yang bisa dieksplorasi mendalam sebagai kearifan lokal suku Batak," ujar Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional ( Perpusnas) Ofy Sofiana, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (19/8/2019).

Perpustakan Nasional (Perpusnas), lanjut Ofy, menyimpan sedikitnya 200 naskah kuno Batak. Sebagian ada yang sudah dialihmediakan ke dalam bentuk digital dan bisa diakses melalui situs milik Perpusnas.

Sayangnya, tradisi pernaskahan tersebut kurang diminati anak muda. Bahkan, tradisi ini terancam punah.

Baca juga: Naskah Kuno Ulama Indonesia Berusia Ratusan Tahun Rawan Diperdagangkan

Untuk mencegah hal itu, Kabupaten Humbang Hasundutan secara pro aktif melestarikan peninggalan budaya Batak kuno.

"Ada tiga aspek yang bisa dilakukan agar tidak punah, yaitu aspek perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan," ucap Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnaho.

Menurut Dosmar, diperlukan komitmen bersama agar naskah-naskah kuno itu tetap lestari dan bermanfaat. Artinya, tidak hanya Perpusnas saja yang bertanggung jawab, tapi juga melibatkan masyarakat luas.

Dia menambahkan, ribuan naskah kuno milik suku Batak tersimpan baik di perpustakaan, museum, atau perorangan. Bahkan, ada yang tersebar di luar negeri.

Baca juga: Lestarikan Sejarah, LIPI Digitalisasi Naskah Kuno Selama 17 Tahun

Untuk melestarikan sekaligus mengenalkan naskah kuno Batak ke masyarakat, Perpusnas bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Festival Naskah Nusantara (FNN) V di Geosite Sipinsur, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Dipilihnya Geosite Sipinsur sebagai lokasi festival bertujuan untuk mengenalkan lokasi tersebut sebagai daerah wisata baru di Indonesia.

Festival yang berlangsung sejak 19-23 Agustus 2019 itu, menargetkan angka kunjungan hingga 5.000 orang.

Terdapat beragam di FFN V, seperti pameran naskah Nusantara yang bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Utara, workshop penulisan aksara Batak, penulisan naskah Bali, Bugis, Jawi, dan kaligrafi, serta pembuatan wayang beber.

Ada juga Seminar Naskah dengan narasumber filolog internasional Uli Kozok, Rektor Universitas Sumatera Utara Medan Robert Sibarani, Monang Naipospos, Jakmen Sinulingga, dan Lidya Christina. (Hartoyo Darmawan/Perpusnas)

Terkini Lainnya
Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com