Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa

Kompas.com - 04/12/2019, 13:28 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bunda Baca Provinsi Jawa Timur ( Jatim) Arumi Bachsin mengatakan pentingnya memperkuat literasi masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan.

Badan Pusat Statitstik (BPS) melansir data kemiskinan di Jawa Timur pada September 2018, yakni 10, 85 persen atau 4.292.1500 orang. 

Sementara itu, angka kemiskinan secara nasional pada Maret 2018 mencapai 9,82 persen. Itu berarti, sekitar 25,95 juta penduduk Indonesia masuk kategori miskin.

"Menurut saya, literasi berbasis skill adalah kuncinya. Selain itu, intervensi juga bisa dilakukan pemerintah. Tanpa intervensi pemerintah, masyarakat belum tentu mau bergerak," ujar Arumi seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Arumi yang juga Istri dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan hal tersebut di hadapan peserta Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di JW Marriott Hotel, Surabaya, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan

Arumi yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jatim turut mendukung adanya program Perpustakaan Nasional (Pepusnas), yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Salah satu kegiatan tersebut adalah perluasan transformasi perpustakan hingga ke desa untuk memperluas jangkauan program mendekatkan akses informasi.

Dengan begitu, program tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi pusat kegiatan yang mudah terhubung.

Diharapkan, dengan adanya program itu bisa mendorong terciptanya inovasi dan kreatifitas yang positif dan produktif.

Adapun terkait Peer Learning Meeting tersebut diharapkan bisa memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Baca juga: Perpustakaan Masa Kini Tak Lagi Harus Dikunjungi tapi Mengunjungi

Melalui peningkatan kemampuan literasi, diharapkan bisa meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

Literasi sendiri bisa didapat melalui pendidikan sekolah maupun adult literacy (literasi untuk orang dewasa), seperti membangun self-esteem (kepercayaan diri), dan empowerment (pemberdayaan). (PERPUSNAS/WARA MERDEKAWATI)

Terkini Lainnya
Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Kisah Pustakawan Spesialis Buku Kritis di Bengkulu, Kagumi Jim Morrison hingga Nietzsche

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Generasi Pertama Literasi Air Ala Tanoker Ledokombo, Jakfar yang Melatih Public Speaking

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0

Perpustakaan dan Kepustakawanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com