KBBI Braille Cetakan Pertama Kini Hadir di Perpusnas

Yohanes Enggar Harususilo
Kompas.com - Rabu, 6 Februari 2019
KBBI Braille Cetakan Pertama Kini Hadir di PerpusnasshutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Dadang Sunendar menyerahkan 1 set (139 jilid) Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI) V Braille dan 1 jilid Sejarah KBBI kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.

DIlansir dari laman Badan Bahasa Kemendikbud, Dadang mengatakan, Badan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa melalui bahan literasi. Ia berharap masyarakat yang membutuhkan KBBI V Braille dapat memanfaatkan kamus ini dengan baik.

“Adalah tugas kita bersama untuk mencerdaskan anak bangsa. Saya pikir Badan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi yang sama, dan kita harus bersinergi untuk mewujudkan visi dan misi itu,” ujar Dadang dalam acara serah terima KBBI V Braille di Ruang Gaura, Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta, Selasa, (29/1/2019).

Fasilitas penyandang disabilitas

Direktur Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengaku senang dengan kegiatan serah terima KBBI V Braille. Ia berharap ke depannya lembaga yang dipimpinnya mampu memfasilitasi masyarakat disabilitas dengan audio dan ruang baca ramah disabilitas.

Baca juga: Kisah Untoro Penyandang Disabilitas, Semangat Mengajar Anak-anak walau dengan Berbaring (2)

“Saya sangat berterima kasih Badan Bahasa telah mengundang kami untuk hadir dalam acara serah terima ini. Sebetulnya, kami di Perpusnas sudah memiliki ruang, tetapi tidak memiliki bahan baca yang cukup, terutama untuk kaum disabilitas netra. Tugas kita adalah sama, yaitu sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Melalui sinergi inilah kita dapat mewujudkan itu semua”, kata Syarif.

Penyerahan satu set KBBI  V Braille tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan KBBI Braille yang telah diluncurkan dalam Kongres Bahasa Indonesia XI pada 28 Oktober 2018 di Jakarta. Pencetakan KBBI Braille merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso”, Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Melibatkan penyandang disabilitas

Penyusunan KBBI Braille diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra. KBBI Braille disusun demi mewujudkan keadilan dan kesamarataan informasi untuk semua kalangan masyarakat, yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Alih huruf menjadi KBBI Braille dilakukan dengan melibatkan penyandang disabilitas netra langsung sebagai pengguna kamus.

Setelah pengalihan huruf ke huruf Braille selesai dan dicetak, dilaksanakan penyuntingan oleh penyandang disabilitas netra untuk menghindari kesalahan penulisan, keterbacaan, dan sebagainya. Setelah itu, KBBI Braille dicetak dan dijilid secara khusus.

Mencerdaskan penyandang disabilitas

 

Dalam setiap jilidnya, KBBI Braille berisi 50 lembar kertas khusus cetakan Braille. Secara keseluruhan, KBBI Braille terbagi menjadi 139 jilid, yang setiap jilidnya terdiri atas bagian depan kamus yang berisi petunjuk pemakaian, bagian batang tubuh berupa entri kamus dari A—Z, dan bagian belakang yang berisi lampiran.

Dari segi isi, KBBI Braille tidak berbeda dari KBBI V. Tampilan luar KBBI Braille berupa jenis serta ukuran huruf, warna, logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan sebagainya juga sama dengan KBBI V.

Perbedaannya hanyalah pada tambahan nama instansi pengalih huruf berikut pencetaknya serta logo Braille. Keberadaan KBBI Braille diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama para penyandang disabilitas netra. 

PenulisYohanes Enggar Harususilo
EditorYohanes Enggar Harususilo
Terkini Lainnya
Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa
Perpusnas Tingkatkan Literasi dengan Perluas Perpustakaan hingga ke Desa
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan
Wujudkan SDM Unggul, Perpusnas Lakukan Transformasi Perpustakaan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wagub Emil Minta Pustakawan Menjadi Lebih Humanis
Wagub Emil Minta Pustakawan Menjadi Lebih Humanis
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku
Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Perpustakaan Masa Kini Tak Lagi Harus Dikunjungi tapi Mengunjungi
Perpustakaan Masa Kini Tak Lagi Harus Dikunjungi tapi Mengunjungi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Soft Skill Jadi Bekal Pustakawan Hadapi Disrupsi Revolusi Industri 4.0
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Perpusnas Rampungkan Seleksi Pustakawan Utama, Ini Tugasnya
Perpusnas Rampungkan Seleksi Pustakawan Utama, Ini Tugasnya
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Naikan Anggaran Dispursip Tiap Tahun, Gubernur Kalsel Diapresiasi Perpusnas
Naikan Anggaran Dispursip Tiap Tahun, Gubernur Kalsel Diapresiasi Perpusnas
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus
Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Dukung Pembangunan SDM, Perpusnas Resmikan Nagekeo Jadi Kabupaten Literasi
Dukung Pembangunan SDM, Perpusnas Resmikan Nagekeo Jadi Kabupaten Literasi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Lemhanas, Perpusnas dan UT Bersinergi Kembangkan Perpustakaan
Lemhanas, Perpusnas dan UT Bersinergi Kembangkan Perpustakaan
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Wisata Literasi Nasional, Upaya Tingkatkan Mutu SDM
Wisata Literasi Nasional, Upaya Tingkatkan Mutu SDM
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Agar Naskah Kuno Lestari, Paradigma Perpustakaan Harus Bertransformasi
Agar Naskah Kuno Lestari, Paradigma Perpustakaan Harus Bertransformasi
Perpustakaan dan Kepustakawanan
Melestarikan Naskah Batak Lewat Festival Naskah Nusantara 2019
Melestarikan Naskah Batak Lewat Festival Naskah Nusantara 2019
Perpustakaan dan Kepustakawanan
DIY Tembus Juara Pustakawan Berpretasi Terbaik Nasional 2019
DIY Tembus Juara Pustakawan Berpretasi Terbaik Nasional 2019
Perpustakaan dan Kepustakawanan